Manfaat dan Jenis Keju | INFO PENDIDIKAN DAN KESEHATAN

Manfaat dan Jenis Keju


Produk olahan susu banyak sekali ragamnya, salah satunya adalah keju. Keju merupakan bahan pangan yang tinggi nutrisi namun tidak boleh dimakan secara berlebihan.
Keju memang bukan makanan yang berasal dan negeri kita, namun alam kehidupan sehari hari sebagian masyarakat sudah sangat akrab bahkan mungkin menjadi sajian wajib menu harian. Walaupun harganya relatif mahal, para penikmat keju akan selalu “kangen”atas ketagihan. Godaan rasanya yang gurih dan lezat dengan aroma khas menjadikan keju selalu dicari penggemarnya. Di tilik dan sisi nutrisi, keju juga kaya akan nilal gizi karena keju tinggi protein, kalsium, kalori dan lemak.
 
Sejarah Keju


Keju sudah ditemukan ribuan tahun yang lalu. Kala itu seorang pengembala sapi menyimpan susu hasil perahannya di dalam kantung terbuat dan kulit kambing. Beberapa hari kemudian seorang musafir menemukan kantung tersebut yang tertinggal di dalam goa, karena terdorong rasa lapar pria itu memakannya. Tidak disangka susu yang sudah berubah bentuk menjadi gumpalan itu ternyata sangat lezat rasanya. Setelah diteliti, ternyata susu terfermentasi oleh mikroorganisme tertentu yang terdapat pada kantung kulit itu. Dan sinilah cikal bakal keju berasal.
Pada awal abad ke 20, keju mulai diproduksi secara komersial. Dan saat ini, industri keju berkembang begitu cepat, jenisnya sekarang sudah mencapai ratusan dan teksturnya juga semakin beragam.

Proseses Pembuatan

Pada prinsipnya keju dibuat melalui melalui tiga tahap:
• Koagulasi. Susu segar di panaskan (pasteurisasi) agar bakteri asam Iaktat, yaitu Streptococcus dan Lactobacillus dapat tumbuh. Bakteri ini memakan Iaktosa pada susu dan merubahnya menjadi asam Iaktat. Saat tingkat keasaman meningkat, zat-zat padat dalam susu (protein, kasein, lemak vitamin dan mineral) menggumpal dan membentuk dadih. Selanjutnya proses pengentalan dengan menambahkan bakteri rennet ke dalam susu yang dipanaskan. Proses mi akan membuat protein menggumpal dan membagi susu menjadi bagian cair dan padat (curd).
• Pembentukan dan Penggaraman. Tahu susu (curd) yang terbentuk selama proses koagulasi kemudian dipadatkan di dalam cetakan sesuai keinginan. Tahap selanjutnya adalah penggaraman. Caranya dengan mencelupkan tahu susu ke dalam larutan yang mengandung garam 250- 350 gr per liter air. Tujuan dan penggaraman ini supaya mempercepat proses pengeringan, memberikan rasa, aroma juga berfungsi sebagai pengawet karena garam memperlambat proses proliferasi mikroorganisme.
Pemeraman/Fermentasi.Proses pematangan keju dilakukan sebaiknya dilakukan di dalam ruangan kering dengan kisaran temperatur antara 0°C — 32°C. Lama proses pematangan tergantung dan jenis keju yang diinginkan. Untuk keju Iunak(soft cheese) memerlukan waktu fermentasi sekitar 4 minggu, namun untuk keju keras (hard cheese) memerlukan waktu 2 — 3 tahun. Selama proses fermentasi inilah komponen cita rasa dan tekstur dan keju terbentuk.

 
Aneka Jenis Keju
 
Berdasarkan bahan dasarnya, keju dapat dibuat dan susu sapi, kerbau, domba dan kambing. Sedangkan dan teksturnya keju digolongkan menjadi dua jenis, yaitu keju muda/lunak (soft cheese) dengan kadar air 36 — 40% dan keju tua/keras (hard cheese) berkadar air 25 — 36%.

1.  Camembert. Comembert terbuatdari susu sapi,teksturnya sangat lembut dengan warna creamyyellow. Keju mi mengandung lemak antara 45% - 50%. Selain enak digado atau sebagai table cheese, juga cocok untuk campuran omelette, isi souffle, pancake atau apple pie.
2.      Ricotta. Berasal dan Italia. Keju lunak dan susu sapi ini teksturnya sangat rapuh. Kandungan lemaknya termasuk tinggi, mencapai 65 %. kombinasi rasa yang gurih dan lezat dengan aroma harum menjadikan terasa pas dipadukan dengan Lasagna dan Spaghetti.
3.    Brie. Ciri khas keju mi adalah kulit luarnya berwarna putih dan bagian dalamnya lembut meleleh. Aromanya tajam dan kandungan lemaknya tinggi (45%). Brie sangat cocok dipakai sebagai bahan campuran salad, dimakan dengan buah olive maupun pickle.
4.      Cream Cheese. Di pasaran kita dapat menemukan dua macam cream cheese, double cream cheese adalah pilihan pertama dengan kandungan lemak 65% dan cream cheese(45%lemak) pilihan Iainnya. Berbeda dengan jenis keju lainya, cream cheese memiliki rasa yang sedikit asam. Umumnya keju mi digunakan pada hidangan penutup, misalnya chesse cake, sebagai 151 pie, atau dimakan bersama potongan buah-buahan.
5.      Mozzarella. Mozzarella adalah keju ltaIia yang aslinya berasal
dan susu kerbau liar. Keju lunak dengan kandungan lemak antara 40
— 50% ini sangat sepesifik sifatnya. Mozzarella akan meleleh ketika dipanggang, sangat cocok untuk topping pizza maupun campuran fritata.
6.   Edam. Salah satu keju asal Belanda yang popular. Teksturnya keras dengan aroma mirip kacang. Kandungan lemak keju ini sekitar 40%. Yang membedakan dengan keju lain adalah kemasannya yang selalu terbungkus lapisan sejenis lilin berwarna merah. Edam sangat cocok untuk campuran kue kering seperti aneka cookies atau taburan pada hidangan panggang
7.   Parmesan. Salah satu jenis keju keras dan kota Parma, Italia. Pada umumnya berbentuk silinder dengan warna kuning muda. Teksturnya keras, cocok untuk keju parut. Aromanya cukup tajam karena proses pemeraman yang cukup lama, antara 14 bulan sampal 4 tahun. Keju inu sangat cocok untuk taburan pizza, sup maupun olahan aneka pasta. Kandungan lemak keju sekitar 61%.
8.    Cheddar. Salah satu jenis keju asal lnggris yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Rasanya yang lezat dengan aroma tidak terlalu tajam cocok digunakan untuk masakan apa saja. Sajian casseroles, sup, isi sandwich dan salad terasa lebih lezat dengan penambahan keju ini. Cheddar mengandung lemak 48% dengan masa pemeraman 9-24 bulan.
9.     Emmenthal. Asal dan keju ini berasal dan Swiss, salah satu keju keras yang cukup populer. Emmenthal memiliki karakteristik berbeda dengan keju-keju lainnya, bentuknya unik karena jika dipotong akan terlihat lubang-lubang yang terbentuk selama proses fermentasi. Keju ini banyak disuka karena cita rasanya lembut dan aromanya yang kaya. Emmenthal cocok dihidangkan sebagal keju meja dengan disertai segelas anggur.

Nilai Gizi Keju
 
Menurut pakar gizi, Prof.DR.Ir. Made Astawan. Pada proses pembuatan keju, akan terjadi pemekatan gizi. Sebagai contoh, susu segar mengandung 3.2 % protein, sedangkan di dalam keju mengandung sekitar 25%. Nurisi yang balk di dalam keju ini bisa menjadikan keju sebagai bahan pendongkrak gizi makanan. Contohnya, roti tawar akan lebih baik nilai gizinya jika dimakan dengan sayuran dan potongan keju, dibandingkan dimakan dengan selai buah yang tinggi gula. Selain kandungan nutrisi di atas, keju juga tinggi karbohidrat, kalsium,lemak, zat besi, lemak dan fosfor. Dengan mengkonsumsi 100 gr keju, kebutuhan kalsium anda tersuplai 20 — 25% dan kebutuhan kalsium sehari. Dan beberapa hasil penelitian mengkonsumsi keju dapat mengurangi gejala sindrom pra menstruasi dan memperkuat tulang. Kandungan beragam mineral yang tinggi pada keju seperti kalsium sangat baik untuk melindungi gigi dan karies, ini dikarenakan unsur tadi dapat memperkuat mineralisasi email pada gigi. Kalsium juga diperlukan untuk pertumbuhan tulang pada anak-anak. Meski baik, keju tidak boleh dimakan secara berlebihan. ini disebabkan karena biasanya keju mengandung tinggi garam, tinggi Iemak dan bisa memicu alergi pada orang tertentu. Walaupun banyak manfaatnya bagi kesehatan, bagi penderita laktosa intoleran, keju pantang dikonsumsi. Gula susu (Iaktosa) yang terkandung dapat menimbulkan bahaya bagi tubuh. Kandungan garam dan lemak pada keju juga cukup tinggi, karenanya disarankan bagi pendenita ginjal, jantung, kantung empedu dan penyakit hati sebaiknya membatasi jumlah konsumsi keju. Namun bagi Anda yang terbebas dan penyakit-penyakit di atas, nikmati kelezatan keju secukupnya dan raih manfaatnya.

0 Response to "Manfaat dan Jenis Keju"