10 Tips Mengembangkan Hobi Anak | INFO PENDIDIKAN DAN KESEHATAN

10 Tips Mengembangkan Hobi Anak

Hobi adalah hal yang menyenangkan. Asyik menekuni sebuah hobi pada jaman sekarang sudah terancam dengan ribuan games dalam gadget, komputer dan tayangan TV. Anak bisa jadi lebibh suka bengong didepan TV ketimbang menekuni hobinya. Padahal, punya hobi bukan sekedar asyik tetapi sangat bermanfaat bagi masa depannya. 
Mengembangkan hobi anak


Jangan kaget bila saat ditanya tentang “Apa hobimu?” Jawaban  anak, “Nonton TV”, atau “Main games”. Serbuan games dan tayangan TV jaman sekarang memang sangat memungkinkan keadaan itu terjadi. Mengharapkan jawaban anak punya hobi membuat karya, olahraga, bongkar-pasang alat elektronik, mengumpulkan perangko, dan lain-lain jadi sangat jarang.
Fenomena itu terbukti dan penelitian sebuah media di Amerika yang meneliti tentang dampak
nonton TV. Mengkonsumsi tayangan TV tanpa batas menjadikan anak sebagai ‘generasi TV’. Mereka punya ciri tidak peduli pada apa pun. Kecuali, hanya tertarik nonton TV, main games dan mendengar musik. Selain itu, mereka juga sulit untuk diajak berpikir dan malas bergerak.
Hobi itu asyik
Ery Soekresno, Psi,  mengatakan bahwa hobi adalah sesuatu yang diminati seseorang. Suatu kegiatan bisa menjadi hobi, ditandai dengan munculnya rasa ingin tahu yang besar, diikuti rasa senang yang tumbuh tanpa paksaan dan orang lain. Berbeda dengan “tugas” atau “pekerjaan” yang menyiratkan sebuah beban atau kewajiban. Rasa ingin tahu adalah ciri pertama yang muncul saat anak memulal kegiatan yang kemudian bisa berkembang menjadi hobi.
Nah, di sinilah pentingnya peran orangtua dalam mengembangkan hobi anak. Karena menurut Ery, jarang sekali ada anak yang minta ikut kegiatan atau les ini dan itu untuk mencoba sesuatu. Tapi, mereka perlu diajak untuk mencoba kegiatan untuk mulai dimunculkan rasa ingin tahunya. Tanpa rangsangan dan orangtua untuk mencoba melakukan kegiatan. Bisa-bisa rasa ingin tahu anak untuk mencoba melakukan menjadi tidak ada.
Ery mencontohkan, kegiatan melukis. Bisa jadi pada awalnya sebelum mencoba kegiatan melukis setiap anak tidak punya rasa ingin tahu. Tapi, setelah diajak berkenalan dengan pelukis, disediakan waktu, ruang dan alat untuk belajar melukis, maka mulailah muncul rasa ingin tahu.
Bila muncul rasa ingin tahu yang besar, kemungkinan selanjutnya si anak juga akan mènyénangi kegiatan melukis. Saat rasa senang sudah muncul, artinya kegiatan itu tumbuh tanpa paksaan. “Peran penting orangtua dalam hal ini adalah mengajak anak untuk mencoba,” imbuh wanita yang sangat peduli pada penanaman disiplin anak tanpa paksaan ini. Hobi bahkan bisa membantu anak mempersiapkan dirinya menghadapi masa depan. Selain itu, juga akan menambah rasa percaya diri anak. Namun, bila hobi itu benar-benar muncul karena minat dan rasa suka, bukar sekedar tren. Tak jarang, saat sedang musimTamiya, banyak anak jadi” hobi” otak-atik dan koleksi Tamiya. Musim kartu Yugi, banyak anak mengoleksi kartu Yugi. Namun, saat musimnya hilang, kegiatan itu otomatis hilang. Maka, peran orangtua disini adalah mengarahkan hobi yang sekedar ikuti kutan ini. Misalnya, saat anak mau beli kartu Yugi, jangan langsung dibelikan, tetapi tanya dulu: “Ayo, sebutkan 3 manfaat beli kartu Yugi. Bila anak tidak menemukan setelah coba mencari, maka jangan belikan,” tutur Ery mengajak orangtua untuk mengarahkan anak secara obyektif menilai manfaat dan kegiatannya. Orangtua sebagai model
Mengajak anak untuk mencoba suatu kegiatan sebenarnya paling efektif bila orang tua terlibat langsung. Lebih efektif lagi, bila orangtua bisa langsung mengajarkan. Banyak contoh. pembalap mobil yang anaknya juga punya hobi yang sama. Atau anak-anaknya yang juga mengembangkan hobi di bidang sama. Anak anak itu tumbuh dalam lingkungan yang sangat
memungkinkan minat mereka berkembang. Disini, orangtua berperan sebagai guru.
Namun, bila masalah waktu dan kemampuan jadi kendala, meminta bantuan guru juga merupakan pilihan yang baik. Asal saja, anak orangtua tidak langsung lepas tangan.
Pertama, kenalkan anak dengan gurunya terlebih dahulu. Siapa dia, apa saja hasil karyanya. Bahkan bila perlu beli hasil karyanya, seperti buku bila dia seorang penulis. Munculnya kekaguman anak terhadap hasil karya gurunya sangat penting untuk proses selanjutnya.
 
Kedua, tunjukkan pula minat Anda terhadap kegiatan itu. Bila perlu ikut belajar bersama anak. Meski frekuensi belajar orangtua tidak penuh seperti anak, namun keterlibatan dalam proses ini sangat penting dalam hal menumbuhkan minat.
Ketiga, menjadi model sangat penting dalam menanamkan kesadaran tentang pentingnya sebuah proses. Mengajak anak menekuni hobi bukan semata bertujuan untuk meraih gelar juara atau dapat penghargaan apalagi bila tujuannya semata-mata untuk dapat hadiah.
 
Jangan batasi hobi
Bila membayar guru les menjadi pilihan lain karena hal ini harus sesuai dengan keinginan anak juga, maka tahapan ini perlu mendapat perhatian orangtua. Sebelum mendaftarkan anak ikut kegiatan, buatlah seperti kontrak terlebih dulu dengan anak, berisi perjanjian bahwa ini adalah kegiatan yang dilakukan selama sekian bulan.
Membuat kontrak seperti ini penting untuk mencegah putus kegiatan di tengah jalan. Terbiasa menyerah di tengah jalan ini berakibat buruk pada anak karena bisa membuat mereka tidak tekun, tidak fokus, mudah meremehkan sesuatu dan tidak mau berusaha.
Guna mengenalkan berbaqai macam hobi yang bermanfaat dan mengasyikkan, maka sebaiknya orangtua tidak membatasi hobi anak sewaktu kecil. Apapun yang orangtua pikir baik buat masa depan anak, sebaiknya dikenalkan. Buat daftar beberapa alternatif hobi yang bisa dikembangkan, kemudian pilih satu dulu. Kemudian, ajak untuk mencobà. Satu per satu. Tidak sekaligus. Karena, mencoba melakukan kegiatan dalam waktu bersamaan membuat anak tidak fokus dan tidak bisa menikmatinya. Sebagai bekal kehidupan di masa mendatang, idealnya satu hobi bisa dikembangkan sampal anak memiliki skill di bidang tersebut. Namun, Ery menyarankan sebaiknya dalam masa anak -anak, mereka perlu dikenalkan dan diajak untuk mencoba beberapa hobi. Bisa jadi, kelak anak hanya tertarik di dunia otak-atik mesin, tapi setidaknya

SEPULUH TIPS BERIKUT PATUT DICOBA UNTUK MENGEMBANGKAN HOBI ANAK.


  1.  Ajarkan anak untuk melihat proses dan hasil karya. Bila anak kagum terhadap robot atau semisalnya, ajak mereka untuk berpikir bagaiman cara membuat robot, siapa yang bisa membuatnya, terbuat dari bahan apa, dan sebagainya. Bila terlihat rasa ingin tahu dan minat yang besar, maka pertanda Anda perlu memikirkan sarana penunjang lebih lanjut. 
  2. Biasakan berikan penghargaan terhadap hasil karya seorang anak. “Masyaalloh, tulisannya bagus rapi sekali. Pintar sekali ya yang rnernbuatnya.” Anak-anak juga akan terlatih untuk menghargai hasil karya orang lain dan menghargaj proses pernbuatannya. 
  3. Sediakan ruang untuk memajang hasil karya anak. Cara ini menunjukkan betapa Anda menghargai hasil karya mereka. 
  4.  Ajaklah untuk membuat sesuatu, contoh membuat kandang ayam, membuat karya dari kertas seperti membuat kotak pensil dari kardus dan lain-lain. Dan beri semangat untuk tidak patah semangat. 
  5. Sediakan alat dan prasarana untuk membuat kreasi anak 
  6.  Jadilah seorang guru untuk anak, misalkan anda membuat kerajinan dari bambu seperti laying-layang maka ajarkanlah kepada dia untuk berusaha sendiri membuatnya dengan mencontoh langkah-langkah secara pelan-pelan 
  7.  Kurangi dan batasi dari penggunaan gadget serta alat-alat elektronik yang lain. 
  8. Luangkan waktu bersama anak agar dapat berkomunikasi lebih dekat lagi 
  9. Tunjukkan dan beri motivasi kepada anak anda agar mau untuk membuatnya contohnya dengan member hadiah 
  10. Cari waktu yang benar-benar senggang kepada anak agar dapat focus terhadap hobinya selain dari aktivitas-aktivitas yang dilakukannya setiap hari.

0 Response to "10 Tips Mengembangkan Hobi Anak"