EFEK SMARTPHONE BAGI KESEHATAN


Kebiasaan orang pada jaman sekarang ini adalah saat mau tidur ataupun sesudah tidur biasanya langsung fokus pada satu benda, dan benda tersebut seperti pasangan yang tidak boleh lepas dari dekapan kita, kemudian saat hendak melakukan hajat  ke kamar kecil,tak lupa benda tersebut ikut masuk juga. Benda tersebut adalah smartphone. Perjalanan menuju kantor tak bisa lepas dan alat komunikasi tersebut. 

Celakanya,perjalanan pulang ke rumah, bahkan sampai di rumahnya tidak bisa lepas dan alat satu ini. Tanpa sadar, ketergantungannya pada alat canggih itu membuat orang-orang terdekat menjadi kesal. Fenomena seperti di atas bukan hanya terjadi pada satu atau dua orang saja, tetapi juga banyak orang, yang menggunakan Smartphone dipadukan dengan media sosial,entah Twitter, Facebook, maupun Iainnya. Coba perhatikan di sekeliling Anda, dengan mudah kita menemukan orang yang sambil jalan masih beraktivitas dengan telpon cerdasnya. Pernah mendengan idiom” Mendekatkan yang jauh, namun menjauhkan yang dekat?”Ya, smartphone memang membawa dampak positif, hubungan komunikasi dengan teman, rekan kerja, saudara ataupun orang-orang yang kita kenal dan berada jauh dapat dilakukan dengan mudahnya. Tetapi karena begitu gampangnya justru membuat kita menuai dampak negatifnya, yaitu kehilangan waktu dengan orang terdekat di sekitar kita, yang bisa kita sentuh,bisa diajak bicara secara langsung. Belum lagi anggapan bahwa hal itu bisa dilakukan kapan saja. Hal serupa diutarakan Psikolog dewasa Ajeng Raviando Psi, kemudahan mengakses segala sesuatu dengan smartphone terkadang membuat kita teriena.”Satu sisi, sernua informasi seharusnya mernb uat pekerjaan makin mudah,nam un di sisi lain membuat waktu kita terbuang karena terlalu asik sehingga melupakan pekerjaan utarna,”katanya. 

Masalahnya,tidak sernua inform asi yang kita peroleh membawa dampak positif. Banyakjuga yang membawa dampak negatif seperti pornografi, berita sa mpah, berita yang menghasut dan sebagainya yang justru secara psikologis bisa membawa darnpak kecerdasan, rasa tidak nyaman dan takut, imbuh Ajeng. Sesuatu yang dianggap menyenangkan,tentu membawa efek ingin diulangi kembali. Kemudahan yang diperoleh dan smartphone membuat orang sulit untuk meninggalkannya.Terutama kaum remaja.”Dengan rasa ingin tahunya yang besar, mereka selalu ingin mengikuti perkembangan dunia seperti musik, bintang film dan sebagainya,”jelas Ajeng. Tak heran, Kemudahan untuk rneng-update berita, lagu dan film, membuat smartphone menjadi suatu kebutuhan primer bagi remaja. Kapanpun dan di manapun mereka berada, smartphone ada di genggaman. Sebetulnya candu baru ini tidak hanya remaja saja yang mengalaminya, orang dewasa pun banyak yang mengalami gejala serupa. Terkadang mereka menjadi terobsesi untuk “menyentuh”smartphone nya, padahal yang dilakukannya tersebut tidak ada kaitannya dengan kebutuhan atau pekerjaannya. Seperti candu yang lain, kecanduan smartphone diawali oleh rasa penasaran karena melihat banyak orang lain yang menggunakannya. Namun setelah mengetahui bagaimana cara menggunakannya, setelah terbiasa, makin lama makin sering menggunakannya. Kemudian jika telah tergabung dalam beberapa aplikasi yang terdapat dalam smartphone seperti group pertemanan, keinginan untuk terus menggunakan smartphone dijamin akan terus membesar, karena terjadi semacam ikatan dengan anggota lain untuk saling berkomentar satu sama lain. “Bisa dibayangkan bagaimana interelasi yang semula mung kin hanya sebuah keisengan lama-lama justru menjadi begitu terikat kuat.” Akibatnya, tidak ada waktu tanpa menyentuh smartphone. Menjadi pemandangan yang lumrah, Ketika sedang di tengah kemacetan, dalam antrian, di waktu senggang, tangan - tangan begitu sibuk mengoperasikan teknologi satu ini. 

Untuk mengetahui apakah seseorang (entah itu teman, saudara atau Anda) sudah terkena candu atau belum,sebetulnya gampang. Ingat-ingat, apakah Anda mengalami kesulitan untuk tidak memegang smartphone di berbagai kesempatan, saat tidur pun ia tak jauh dan samping Anda.Ataujawab pertanyaan berikut,apakah Anda panik ketika baterai smartphone lemah, paniknya seperti takut bila tidak bisa dihubungi?
Anda kemungkinan juga kec anduan jika hal pertama yang dilakukan setelah bangun tidur adaah mengecek smartphone. Tidak peduli dengan situasi dan kondisi di sekitarnya. Tidak peduli pula pada orang-orang yang berada di dekatnya, imbuh Ajeng.
Candu pula namanya, bila Anda kerap berekspresi seperti bingung, tertawa dan senyum-senyum sendiri (dengan catatan tidak ada orang di sekitarnya). Parahnya lagi, Anda sampai melupakan kewajiban ataupun rutinitas harian yang biasa diIakukan.
Setiap orang bisa saja mengalami kencaduan, namun ada beb erapa kelompok yang rentan. Mereka adalah individu yang sering kali merasa kesepian serta memil iki keinginan untuktampil atau kadang menjadi narsis.Kelompok berikutnya adalah remaja yang dibiarkan tanpa pengawasan,dan kaum dewasa yang banyak tekanan kehidupan bahkan tidak memiliki pekerjaan tetap. Begitu pula dengan orang yang akan kecanduan smartphone pun memiliki ciri-ciri yang sama dengan orang yang sudah kecanduan. Hanya saja berawal dengan intensitas yang tidak terlalu sering, akan tetapi lama kelamaan Semakin tidak bisa dilepaskan dan telponnya,
Jangan dilupakan pula, bahwa tekanan dan teman, rekan, saudara dan keluarga memegang peranan besar pada awal penyalahgunaan smartphone. Terutama remaja yang mudah terpengaruh oleh temannya dan takut ditolak karena tidak ‘mengikuti’ teman-temannya.
Ajeng menegaskan, kecanduan yang berlebihan akan berdampak buruk bagi si pemakainya. Pernah mendengar ada pengguna smartphone yang mengalami kecelakaan sampai meninggal dunia karena menyeberang jalan sambil tetap melakukan aktivitas dengan smartphonenya? atau menyetir mobil sambil membaca atau mengetik SMS sehingga mencelakakan pengguna jalan Iainnya? Ajeng memandang perlunya penangkal pada diri masing-masing dan pengaruh buruk penggunaan smartphone yang berlebihan. Penangkal yang dimaksud Ajeng adalah niat dan nilai moral untuk selalu menggunakan teknologi sesuai dengan fungsinya.
Tidak ingin kecanduan? Mulailah menggunakan sang ponsel sebagaimana fungsinya saja, milikilah kesada ran untuk bertanggung jawab terhadap waktu penggunaannya. Smartphone jelas bermanfaat, namun kegunaanya akan hilang jika pengguna justru terlena untuk menggunakannya secara berlebihan,”katanya. “Ada banyak hal lain yang harus dikerjakan ketimbang hanya setiap saat mengecek smartphone-nya. Sementara bagi orang dewasa, tentunya Anda juga mesti mengeluarkan pengeluaran ekstra untuk membiayai penggunaan smartphone bukan?
 
Menjadi bagian dan dunia teknologi memang menyenangkan, namun harus diingat selalu, bahwa apa yang dimulai sebagai hal yang menyenangkan dapat memicu Secara mudah pada pola reguler dan akhirnya kecanduan. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa ada kalanya pada suatu titik akan terjadi kebosanan, namun tidak semuanya berakhir sebelum dampak buruknya didapat. Ajeng mengingatkan, jangan menunggu hingga terjadi penyesalan, pemutusan pekerjaan misalnya,akibat performa Anda menurun drastis karena terlalu sibuk dengan smartphone.”Bijaklah mulai dan sekarang”pesannya. Jalin dan bangun selalu hubungan positif dengan orang-orang terdekat Anda sehingga mereka pun akan mengingatkan jika Anda sud ah terlalu intens menggunakan smartphone. Menjadi bagian dan perkembangan gadget tentunya bukan hal yang buruk. Namun kita disarankan untuk menjadi konsumen cerdas. Pasalnya nilai keasikan tidak selalu berbanding lurus dengan efek kesehatan setelah memakainya.
Memang, gadget sudah seperti candu yang memiliki daya pikat luar biasa. Namun seperti candu lainnya, candu gadget juga bisa melenakan orang,tanpa sadar orang bisa rela menghabiskan waktunya. Awalnya menyenangkan, lama-lama serangkaian keluhan mulai hadir. Dan nyeri tengkuk hingga pegal-pegal pada bahu. Sebuah riset yang dilakukan Harvard School of Public Health, Microsoft, dan Brigham and Women’s Hospital menyatakan, kebiasaan menggunakan gadget ini membuat penggunanya sering menundukkan kepala dan ini memberi beban pada pundak, leher, dan punggung, menyebabkan nyeri di daerah-daerah tersebut.
Dr. Michael Triangto, Sp.KO mengatakan bahwa pada dasarnya, gadget jarang menimbulkan keluhan pada orang yang normal selama pemakaiannya dilakukan dengan bijak dan disesuaikan dengan fisiologi kerja tubuh kita “Namun bila berlama-lama, dari pagi hingga malam contohnya, keluhan —keluhan di atas pastilah terjadi,” katanya. Tetap dibutuhkan kepandaian dan kecerdasan dan nilai kewajaran dalam menggunakannya.
TIPS UNTUK MENGHINDARI CANDU HANDPHONE ATAU SMARTPHONE

  1. Niatkanlah untuk menggunakan HP seperlunya
  2. Didiklah anak kita untuk mengenalkan penggunaan Smartphone seperlunya saja
  3. Berusahalah Untuk melakukan komunikasi langsung dengan orang-orang terdekat di sekitar kita
  4. Letakkan handphone atau smartphone jauh dari tempat tidur
  5. Matikan handphone atau smartphone saat akan tidur 
  6. Lakukan kegiatan positif dengan rekreasi, cocok tanam bersama keluarga ataupun hal positif yang lainnya. 

Mungkin ada tips-tips lain dari para visitor blog ini, silahkan komentar dan masukkan serta saran tentang tips ini, karena akan bermanfaat buat kita semua. Dimana Smartphone sudah merupakan kebutuhan dari setiap orang. Terima kasih

0 Response to "EFEK SMARTPHONE BAGI KESEHATAN"