EFEK OBAT NYAMUK


Ketika hendak tidur maka anak di anjurkan doa terlebih dahulu. Kemudian setelah itu tidur, pada saat ada hal yang sangat mengganggu yaitu nyamuk. Tentu saja hal ini akan membuat anak terasa tidak nyaman dalam tidur, tentu saja untuk menghilangkan nyamuk dari tempat tidur anak, biasanya para orang tua menggunakan pengusir nyamuk. Hati seorang ibu kerap tidak tega melihat tidur lelap anaknya diganggu dengingan suara dan gigitan nyamuk. Maka, dipilihlah obat anti nyamuk demi melindunginya dan serangan sang nyamuk. Apakah selesai permasalahan? Sayangnya tidak. Tak sedikit orang tua yang kerap dibingungkan dengan banyaknya pilihan obat nyamuk yang beraneka jenis dan bentuk. Belum lagi adanya selentingan kabar yang menyebutkan obat nyamuk tidak bagus buat kesehatan anak.


Mana yang paling baik dan manapula yang benar?


Wajar bila Bunda bingung dengan banyaknya pilihan obat nyamuk dan yang berbentuk semprot, bakar, oles hingga elektrik. Dr. Naomi Esthernita Dewanto,Sp.A(K) meyakinkan bahwa pada prinsipnya semua obat nyamuk memiliki fungsi dan khasiat sama dalam membunuh dan mengusir nyamuk. Yang membedakannya hanyalah bentuk kemasan dan konsentrasi bahan aktifnya.

Kandungan di dalam Obat Nyamuk
 
Sebetulnya, obat anti nyamuk apapun, baik yang disemprot, dibakar, eletrik, maupun yang dioleskan ke tubuh, semuanya tak menjamin keamanan bagi kesehatan kita, terutama anak.


Mengapa obat anti nyamuk tak aman?

Karena mengandung bahan aktifyang termasuk golongan organofosfat. Bahan aktif yang dimaksud diantaranya Dichiorovynil dimethyl phosfat (DDVP), Propoxur (Karbamat) dan Diethyltoluamide, yang merupakan jenis insektisida pembunuh serangga. Pada jenis bakar dan semprot, racun ini bersifat membunuh nyamuk. Sedangkan obat nyamuk oIes lebih bersifat pencegahan yaitu mengusir nyamuk. Dalam bentuk apa pun, yang namanya insektisida tetaplah insektisida. Dibakar, disemprotkan, dipanaskan, maupun dioleskan di kulit, Ia tetap insektisida. Dalam dosis tepat, ia bisa membasmi nyamuk. Namun jika dosisnya berlebihan, ia juga bisa berbahaya.

Idealnya,obat anti nyamuk yang baik memenuhi tiga syarat: ampuh, aman, dan kalau bisa, murah.

Masalahnya, tiga kata ini adalah kombinasi yang sulit. Biasanya, semakin ampuh suatu insektisida, semakin tidak aman buat manusia. ini wajar karena semakin kuat daya basminya terhadap serangga, biasanya semakin tinggi konsentrasi zat racunnya. Belum lagi, obat anti nyamuk juga memiliki zat tambahan tertentu berupa pewarna, pengawet dan pewangi. Bahan-bahan tambahan tersebut, seperti halnya zat aktif yang terdapat dalam obat nyamuk juga dapat merugikan kesehatan. Mungkin kita akan berpikir, ini berbahaya, itu berbahaya. Terus, bagaimana dong? Karena tidak ada yang benar-benar aman, satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah meminimalkan bahaya itu. Caranya antara lain dengan sebisa mungkin menghindarkan anak berkontak Iangsung dengan insektisida, memilih obat nyamuk yang kandungannya sedikit ramah serta menggunakannya sesuai keperluan saja.
Bila masih saja was-was menggunakan obat anti nyamuk modern seperti di atas, cara tradisional yaitu memasang kelambu pada tempat tidur anak atau membaluri kulitnya dengan minyak kayu putih bisa membantu rnelindunginya dan serangan nyamuk.
 
Efek Obat Nyamuk
 
Dibandingkan orang dewasa, bayi dan balita bisa dikatakan paling rentan terkena pengaruh negative obat nyamuk. Hal ini bisa terjadi karena organ- organ tubuh yang dimilikinya belum sempurna, daya tahan tubuhnya juga belum sebaik kaum dewasa, termasuk refleks batuknya.
Menurut Dr. Naomi, semua obat nyamuk baik yang berbentuk semprot, oles, maupun elektrik sama-sama beresiko menimbulkan bahaya, lebih ebih bagi anak yang merniliki riwayat penyakit alergi yang sensitif dan tidak tahan terhadap bau — bauan hirupan partikel — partikel semprotan. Resiko lebih juga dialami penderita asma karena dapat memicu penyakitnya kambuh. Seolah — olah obat nyamuk dijadikan pemicu asmanya kumat, ujar Naomi. Sedangkan untuk jenis obat nyamuk oles orang tua juga harus hati — hati karena untuk anak dengan kulit sensitif mungkin tidak tahan dengan obat nyamuk jenis olesan.
Menurut Dr. Naomi, efek obat nyamuk bisa berbeda — beda pada tiap anak. Tetapi umumnya, anak merasa sesak napas, alergi dalam bentuk gangguan di kulit, kulit teriritasi, batuk -batuk, pusing, mual, dan muntah. Jika terdapat tanda-tanda tersebut, segera bawa si kecil keluar ruangan. Tidurkan anak di tempat terbuka, biarkan Ia menghirup udara sebanyak mungkin. Bila keadaan tidak membaik, sesegera mungkin bawa anak ke ke dokter.
 
TIPS BILA TIDAK BISA LEPAS DARI OBAT NYAMUK

Memang, semua obat anti nyamuk tidak aman untuk kesehatan. bila situasi tidak memungkinkan untuk lepas dan obat anti nyamuk, boleh saja menggunakannya tapi dengan catatan harus secara hati-hati. Seperti apa? Simak sejumlah tip berikut:

  • PiIih obat nyamuk yang tidak berbau tajam, tidak menimbulkan bunyi yang kencang, dan tidak penih di mata. 
  • Obat anti nyamuk bakar disarankan hanya dipakai di dalam ruangan yang punya ventilasi cukup dan memungkinkan adanya sirkutasi udara. Tidak boleh dipakal di ruangan tertutup. 
  • Untuk obat anti nyamuk semprot, penggunaannya minimal 15-30 menit sebelum anak masuk ke ruangan. Ruangan ini pun harus berventilasi yang baik, Pastikan bau yang menyengat tidak tercium lagi. Baca aturan pakainya. 
  • Obat anti nyamuk losion sebaiknya tidak dipakaikan pada anak yang berkulit sensitif karena berpotensi mengalami alergi. Untuk oles, pilih yang kandungannya lembut dan tidak membuat initasi kulit. Baca aturan pakainya

0 Response to "EFEK OBAT NYAMUK"