Cara menonton FILM 3D yang benar | INFO PENDIDIKAN DAN KESEHATAN

Cara menonton FILM 3D yang benar


Menonton tayangan 3 D bisa timbulkan trauma. Ini terjadi pada mereka yang punya gangguan penglihatan. Disarankan berhenti menonton, tinggalkan teater, dan istirahatkan mata. MASIH ingatkah Anda dengan booming film 3D pada tahun 80an? Ingatkah Anda dengan kacamata merah-birunya? Beberapa tahun belakangan, film 3D kembali dengan teknologi yang Iebih canggih.Tidak perlu jauh-jauh,film 3D dapat dinikmati di hampir seluruh bioskop dengan biaya terjangkau. Bahkan, saat mi telah terdapat televisi dan permainan video yang menggunakan format 3D. Dengan gambar yang begitu memukau, tidak klop rasanya menonton film animasi jika bukan dalam format 3D. Namun kemudian timbul kekuatiran mengenai efek jangka panjangnya.
DIBALIK GAMBARAN TIGA DIMENSI
“Anda boleh tidak percaya, namun mata kita sesungguhnya melihat hanya dalam bentuk dua dimensi”ujar Dr. Ratu Jelita Kurnia Pratiwi, SpM. Namun karena kita memiliki dua mata dan otak luar biasa yang memprosesnya, maka kita dapat melihat dalam bentuk 3D. Dengan demikian, kita tidak hanya dapat melihat benda dalam bentuk aslinya, namun juga menentukan jarak dan kedalaman hanya dengan melihat. Kemampuan melihat dalam bentuk 3D ini disebut dengan stereoskopik. Proses terjadinya stereoskopik tidaklah rumit. Di antara kedua mata, terdapat jarak yang mengakibatkan masing-masing mata memberikan gambar yang sedikit berbeda pada retina kita. Coba letakkanjari telunjuk pada hidung. Lihatlah Jan tersebut dengan mata kanan dan kiri ditutup secara bergantian. Kedua gambar yang berbeda tersebut jika dilihat dengan kedua mata,akan diproses di otak dan menciptakan pola 3D. Demikian pula halnya dengan film 3D.Sesungguhnya ada dua gambar berbeda yang bertumpukan. Hanya saja kedua gambar mi disatukan oleh media berupa kacamata, entah kacamata merah biru,atau dengan kacamata polarisasi yang lebih banyak digunakan sekarang. Walhasil, kedua gambar akan berpadu menghasilkan citra luar biasa seperti nyata.
MENIMBULKAN 3D VISION SYNDROME
Untuk menonton film dalam bentuk 3 dimensi, diperlukan fungsi yang baik pada kemampuan mata untuk berkoordinasi, fokus, dan mendeteksi adanya gambaran 3 dimensi. Permasalahannya adalah, tidak semua orang memiliki penglihatan yang sempurna. Gangguan fokus pada mata seperti mata juling atau penyakit ambliopia (mata malas), akan mengakibatkan sesorang tidak dapat melihat gambar 3D dengan baik. Demikian pula jika terdapat gangguan fungsi penglihatan binokular,di mana kedua mata tidak dapat digerakkan dan berkoordinasi bersamaan secara efektif. Pada orang-orang dengan gangguan mata di atas, menonton film 3D bisa timbulkan trauma. Umumnya mereka akan mengalami sakit kepala, penglihatan menjadi buram, mata terasa lelah, diplopia atau penglihatan ganda, sampai pusing berputar dan mual.”HaI ini dikenal dengan 3D vision syndrome”jelasn ya. Dan ternyata, lebih dan 50% orang dewasa mengalami gangguan fungsi penglihatan binokular. Oleh karena itu, bukanlah hal yang aneh jika anda mengalami gejala di atas setelah menonton film 3D. Yang perlu dilakukan jika hal ini terjadi adalah berhenti menonton, tinggalkan teater, dan istirahatkan mata. Jangan menunggu sampai film selesai diputar.
Menonton film 3D juga perlu diwaspadai bagi penderita epilepsi yang sensitive terhadap cahaya dan mereka yang meminum obat yang dapat menurunkan ambang kejang.
EFEK SAMPING PENGGUNAAN KACAMATA 3D
Menurut Dr.Jelita, bukan ukuran kacamata yang tidak pas yang perlu dikuatirkan, melainkan sterilitasnya. Kacamata 3D harus disterilkan Setiap kali habis digunakan. ini karena kacamata dipakai oleh banyak orang sehingga dapat menjadi media perpindahan kuman. Kuman yang se- ring ditemukan adalah stafilokokus, yaitu kuman yang umum ditemukan pada kulit. Pada orang yang sehat, kuman ini tidak akan menimbulkan penyakit, namun pada orang dengan kekebalan tubuhnya rendah kuman ini dapat menimbulkan penyakit. Selain itu, ada jenis kuman stafilokokus yang telah kebal terhadap berbagai antibiotic dan sangat berbahaya.”OIeh karenanya, sterilisasi kacamata menjadi penting” tambahnya. Umumnya kacamata yang digunakan di bioskop telah disterilisasi dan disimpan di tempat
dengan sinar UV sebelum digunakan.Selain itu, ada pula kacamata yang terbuat dan bahan antikuman.
EFEK PADA MATA
Ketagihan menonton film 3D? Jangan kuatir, ternyata hal mi tidak. berbahaya. Menurut Dr. Jelita, memang tidak jarang setelah menonton film 3D mata kita terasa kering. Ini terjadi karena gambar 3D yang sangat bagus sehingga mata jadi lebih jarang mengedip. Akibatnya, mata kurang mendapat air mata dan lebih cepat kering. Selain itu, beberapa orang dapat merasa Sedikit limbung setelah menonton film 3D. Ini adalah respon penglihatan yang sedang memulihkan kemampuan stereoskopik. Hal ini dapat mengganggu ketajaman penglihatan jangka pendek dan mungkin menyulitkan seseorang dalam melakukan sesuatu, seperti menyetir misalnya. Untuk jangka panjang, sampai saat ini dilaporkan belum ditemukan efek samping film 3D terhadap penglihatan. Malah, menonton film 3D dapat dijadikan sebagai olahraga bagi otot-otot penggerak mata. Selain itu, ia dapat dijadikan sebagai alat pendeteksi kelainan pada pengl ihatan. Meski demikian, dianjurkan untuk memberi waktu bagi mata untuk beristirahat dan tidak terus-terusan melihat film 3D

0 Response to "Cara menonton FILM 3D yang benar"