Cara Mencegah stroke dengan mengotrol kolesterol | INFO PENDIDIKAN DAN KESEHATAN

Cara Mencegah stroke dengan mengotrol kolesterol




Gambar daging yang mengandung kolesterol


Tidak hanya orang tua, stroke bisa menyerang usia muda.Tingginya kolesterol dalam tubuh menjadi salah satu faktor risikonya. STROKE menjadi pembunuh nomor tiga dunia. Stroke bisa menyerang siapa saja, balk pria atau wanita dan muda atau tua.Tingginya kolesterol dalam tubuh menjadi salah satu faktor risiko terjadinya stroke. OIeh sebab itu, mengontrol pola hidup sehat dan mencukupi asupan nutrisi dengan balk merupakan beberapa Iangkah pencegahan penyakit stroke.
Berikut dipaparkan Dr. Al Rasyid, MD AhIi Saraf FKUI/ RSCM

Terhambatnya Pasokan Darah

Dr. Rasyid memaparkan stroke adalah gangguan fungsi otak yang timbul mendadak, yang berlangsung lebih 24 jam. Stroke terjadi bila aliran darah sebagai sumber oksigen dan nutrisi ke otak terhambat, sehingga pasokan nutrisi dan oksigen menjadi kurang dan mengakibatkan sel - sel dalam otak mulai mati dalam beberapa menit. Hasilnya, muncul berbagai gejala gangguan saraf yang bisa ditemui pada penderitanya.
Hambatan pasokan darah sebagai sumber oksigen dan nutrisi dalam otak terhambat akibat adanya sumbatan maupun penyempitan pembuluh darah, atau akibat pecahnya pembuluh darah di dalam otak. Stroke yang terjadi akibat pendarahan di otak disebut dengan stroke pendarahan. Sementara, jika stroke terjadi akibat sumbatan atau penyempitan pembuluh darah di otak disebut stroke non pendarahan/ iskemik.
Hampir 80 persen kasus stroke adalah stroke non-pendarahan. Sumbatan paling sering terjadi akibat pembentukan plak lemak di dinding pembuluh darah otak. Awalnya, hanya mempersempit ruang dan menyebabkan aliran darah ke otakjadi lebih lambat. Bila berlanjut,lama kelamaan pembuluh darah tersumbat total.

“Sumbatan bisa juga akibat pembentukan plak di pembuluh darah lain. Kemudian plak terlepas dan terbawa aliran darah sampai ke otak, sehingga bisa membuat aliran darah ke bagian otaktertentu terhenti total,” terangnya

Siapa yang Berisiko?

Dr. Rasyid mengatakan,ada beberapa faktor risiko seseorang terserang stroke, yaitu: tekanan darah tinggi, diabetes militus, kadar lemak (kolesterol) darah tinggi,kegemukan (obesitas), stress, merokok, alkoho dan pola hidup tidak sehat. Faktor risiko ini dikatakan dr. Rasyid bisa dikendalikan atau dirubah dengan cara mengontrolnya. Namun, juga terdapat faktor risiko yang tidak bisa dirubah, yaitu:
•  Usia tua. Stroke banyak terjad pada lanjut usia, yaitu di atas 5 tahun. Namun, stroke juga bisa menyerang usia muda yang disebabkan karena stress, pola hidup tidak sehat (jarang olah raga, merokok dan alkohol) pola makan kurang sehat (tingg lemakdan kurang serat) dan ‘air sebagainya
  Jenis kelamin. Pada usia dibawah 55 tahun Laki-laki lebih banyal terserang stroke dibandingkan wanita karena wanita memiliki hormon estrogen yang bisa melindungi dinding pembuluh darah sehingga mencegah terjadinya penumpukan plak
  Pernah menderita stroke. Penderita stroke berpotensi mengalami stroke berulang jika tidak terkontrol dengan baik
   Faktor genetik atau keturunan stroke pada keluarg
•  Arteri Vena Malformasi atau Aneurisma, berupa kelainan bawaan pembuluh darah otak dimana stroke terjadi pada usia (lebih muda, misalnya : anak-anak atau remaja.
Pemahaman akan faktor risiko stroke yang bisa dikendalikan dikatakan dr. Rasyid penting. Pengendalian faktor risiko stroke akan menurunkan risiko seseorang terkena stroke.Tekanan darah yang terkendali di bawah 120/80 mmHg akan menurunkan risiko seseorang untuk terkena stroke. Berhenti merokok akan menurunkan pula risiko terkena stroke. Begitu juga dengan pengendalian kolesterol yang merupakan substansi lemak, yang secara normal dibentuk di dalam tubuh, juga sangat penting dilakukan agar terhindar dan stroke. Kolesterol dibentuk di hati dan lemak makanan. Kolesterol memainkan banyak peran penting dalam fungsi sel tubuh (antara lain produksi hormon).

Kolesterol darah dibagi menjadi 2 bagian utama, yaitu : kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) yang dikenal sebagai ‘kolesterol jahat’ dan kolesterol HDL (High Density Lipoprotein) yang dikenal sebagai ‘kolesterol baik LDL membawa kolesterol dan hati ke sel, dan HDL berperan membawa kolesterol dan sel ke hati.

Kadar kolesterol LDL yang tinggi akan memicu penimbunan kolesterol di sel, yang menyebabkan munculnya atherosclerosis (pengerasan dinding pembuluh darah arteri) dan penimbunan plak di dinding pembuluh darah. Hal mi dihubungkan dengan peningkatan risiko penyakit akibat gangguan pembuluh darah (misalnya: penyakit jantung koroner, stroke, gangguan pembuluh darah arteri.
Kadar kolesterol darah yang tinggi disebabkan oleh berbagai faktor adalah genetik, diet tinggi lemak, kelebihan berat badan, kurangnya aktivitas fisik, dan merokok. Kadar kolesterol LDL yang tinggi dapat pula disebabkan oleh konsumsi alkohol atau obato batan (misalnya: steroid atau pun kontrasepsi).

Kolesterol dan Stroke


 Kolesterol dalam makanan pokok
Kolesterol merupakan faktor risiko stroke yang secara konsisten dilaporkan dan berbagai hasil penelitian. Kolesterol LDL yang tinggi, kolesterol HDL yang rendah, dan rasio kolesterol LDL dan HDL yang tinggi dihubungkan dengan peningkatan risiko terkena stroke. Hal mi akan diperkuat bila ada faktor risiko stroke yang lain (misalnya: hipertensi, merokok, obesitas).
Hubungan antara kolesterol dan stroke tergambarkan pula dalam Derbagai penelitian terapi kolesterol. Keberhasilan terapi penurunan kadar koIesteroI darah akan menurunkan risiko stroke dan penyakit jantung sebesar 60%. Penurunan kadar koleserol darah akan menghambat proses atherosclerosis (pengerasan diniding pembuluh darah arteri). Perkembangan atherosclerosis dapat dihambat pada sebagian besar pasien yang menjalani terapi selama 2 tahun. Kadar kolesterol darah yang tidak terkendali akan meningkatkan risiko stroke. Pasien berusia 40 tahun-an yang memiliki kadar kolesterol LDL tinggi akan memiliki risiko sebesar 52% untuk mengalami serangan jantung dan stroke pada usia diatas 50 tahun (Lang, 2005).

 Gambar gorengan yang mengandung kolesterol
Kadar kolesterol darah yang tinggi tidak memberikan gejaia yang spesifik. Hal ini menyebabkan kadar kolesterol darah yang tinggi juga dijuluki sebagai the silent killer’. Pasien datang berobat ketika telah muncul komplikasi pembuluh darah. Proses atherosclerosis tetap berjalan tanpa ada keluhan pasien.
Kadar kolesterol darah yang tinggi dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor-faktor penyebab kadar kolesterol yang tinggi adalah genetik, diet tinggi lemak, kelebihan berat badan, kurangnya aktivitas fisik, dan merokok. Merokok meningkatkan kadar kolesterol LDL dan menurunkan kadar kolesterol HDL. Kadar kolesterol LDL yang tinggi dapat pula disebabkan oleh konsumsi alkohol atau obato batari (misalnya: steroid atau pil kontrasepsi).

Usia Muda Juga Berisiko
 
Stroke sebagai penyebab kematian ke tiga di dunia. Begitu juga di Indonesia, Dr. Rasyid mengatakan berdasarkan data riset kesehatan dasar (RISKESDAS 2007) prevalensi stroke pada usia 45-55 tahun adalah 15.9 persen, 26.8 persen pada usia 55-64 tahun dan 23.5 persen terjadi pada usia 65 tahun. “Dan angka kejadian stroke 51.6/1 00 000 penduduk, 1.6 persen mengalami kecacatan tidak berubah dan 4.3 persen semakin memberat,” ujarnya. Sementara, berdasarkan faktor risikonya, jumlah stroke yang menyerang pria Iebih banyak di banding wanita, yaitu: 11.8 persen pada usia kurang dan 45 tahun, 54.2 persen pada usia 45-64 tahun dan 33.5 persen pada usia di atas 65 tahun.

Kenali Gejalanya

Diuraikan Dr. Rasyid, stroke bisa dikenali melalui beberapa gejala berikut yang timbul mendadak antara lain:
1.       Wajah tampak mencong sebelah atau nampak tidak simetris
2.       Angkat tangan lurus sejajar ke depan (90 derajat) dengan
      telapak tangan terbuka ke atas selama 30 detik. Apabila, terdapat kelumpuhan lengan yang ringan dan tidak disadari oleh penderita, maka lengan yang lumpuh tersebut akan turun (menjadi tidak sejajar). Pada kelumpuhan yang berat, lengan yang Iumpuh sudah tiddak mampu diangkat lagi, bahkan sampai tidak bisa digerakkan.
3.     Bicara menjadi pelo karena terganggunya artikulasi atau tidak bisa berkata (gagu) atau bisa bicara tapi tidak mengerti pertanyaan orang sehingga komunikasi verbal tergannggu
4.       Adanya perubahan wajah, kelumpuhan dan bicara
5.    Gejala atau tanda lain: Orang tiba-tiba terlihat ngantuk berat atau kehilangan kesadaran/ pingsan, pusing berputar, rasa baaI/ kesemutan separoh badan dan gangguan penglihatan secara tibat iba pada satu atau dua mata

Stroke Bisa Dicegah
 
Stroke bisa dicegah dengan mengubah gaya hidup dan mengendalikan atau mengontrol faktor risikonya. Dipaparkan Dr. Rasyi.

Demikian posting kali ini semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi saya dan kita semua yang membacanya


0 Response to "Cara Mencegah stroke dengan mengotrol kolesterol"