Awas Bahaya Daging Oplosan | INFO PENDIDIKAN DAN KESEHATAN

Awas Bahaya Daging Oplosan

Heboh berita mengenai peredaran daging sapi yang dioplos dengan daging babi menjadi momok yang menguatirkan bagi sebagian orang. Jika Anda ingin menghindarinya, jangan beralih dari ulasan berikut. Apalagi ketika sudah menjelang hari raya, dimana banyak orang yang berbondong -bondong untuk membuat masakan yang berkuah dan berdaging.
Harga daging sapi yang sedang meroket dimanfaatkan oleh oknum pedagang nakal untuk berburu hewan liar di hutan seperti celeng untuk dipotong dan diambil dag ingnya yang kemudian mencampurnya dengan daging sapi yang masih segar dan menjadi daging sapi oplosan. Daging oplosan menjadi isu menarik yang banyak diperbincangan. Menurut Staf Pengajar dan IPB, Dr. Ir.Joko Hermanianto, istitah daging oplosan merujuk pada daging yang dicampur dengan daging hewan lain. Pencampuran daging ini bisa melibatkan 2 sampai 3 jenis daging berbeda seperti daging celeng atau babi hutan, dan tikus. Dr. Joko berpendapat, maraknya pencampuran daging ini lebih dilatarbelakangi motif ekonomi. Para oknum tersebut nekad mencari keuntungan Iebih dengan cara menipu konsumen yang tidak waspada atau kurang jeli dalam membeli dan memilih daging. Yang harus anda waspadai, daging sapi oplosan umumnya tid ak dijual terang — terangan oleh penjualnya.Umumnya,daging ini baru dikeluarkan oleh penjualnya jika ada konsumen yang meminta daging sapi dengan harga yang Sed ikit Iebih murah dan harga aslinya. Selain itu daging ilegal inijuga dij ual ditempat yang agak sepi dan pusat keramaian dan agak gelap agar tidak menjadi pusat perhatian banyak orang.

SANGAT SULIT DIKENALI

Tentunya tak ada seorang pun yang ingin jadi korban daging opolosan, maka pertanyaan bagaimana mengenali daging oplosan menjadi pertanyaan favorit yang banyak dilontarkan ibu rumah tangga. Sayangnya untuk mengetahui daging tersebut daging oplosan atau tidak bukan perkara gampang.”Kalau pedagang daging yang setiap hari bergulat dengan daging sapi atau babi tentunya mudah mengenalinya namun Untuk masyarakat awam sangat sulit membedakannya,”serunya. Lebih lanjut Ia mengatakan” Secara teori mengenali daging oplosan mungkin terkesan gampang yakni warnanya lebih pucat, seratnya lebih halus dan sebagainya, namun semua itu tergantung umur hewan/’imbuhnya. Maka, Ia pun lebih menyarankan para konsumen untuk mempunyai langganan yang terpercaya, lebih pas lagi bila produk — produk daging tersebut memiliki label sertifikat halal.

BERBAHAYAKAH ?
Mengonsumsi daging oplosan tidak memiliki efek bahaya langsung bagi kesehatan, terlebih bila daging yang dioplos tersebut berasal dan hewan yang masih sehat. Namun yang menjadi masalah besar untuk kasus sekarang ini adalah dan segi halalnya. “Justru sekarang ini banyak
orang muslim tidak begitu yakin dengan produk— produk olahan daging karena takut dicampur sehingga selalu was — was. Kemungkinan secara psikologis untuk jangka panjang akan mempengaruhi hal yang berhubungan dengan kesehatan nya,”terangnya. Bahaya bagi kesehatan mungkin merujuk pada penelitian-penelitian yang menunjukkan bahwa babi sarat dengan lemak. Seperti diketahui, lemak sangat erat hubungannya dengan tekanan darah dan kegemukan. Di babi sendiri ada kandungan yang disebut dengan lestamin. Kandungan lestamin pada babi menurut Dr.Joko itu Iebih tinggi dibandingkan dengan daging yang lain. Bahayanya, bagi mereka yang belum terbiasa menyentuh daging babi biasanya akan mengeluhkan terjadinya gatal semacam alergi. Efek lain, hormon pertumbuhan sang konsumenjuga relatif lebih tinggi.
Meski tak sampai membahayakan jiwa, banyak juga kerugian yang mesti ditanggung konsumen terkait dengan peredaran daging oplosan ini. Pertama, konsumen menjadi tidak tenang. Tiap kali membutuhkan daging, bukan tak mungkin konsumen mesti menahan ragu-ragu dan cemas tiap kali berbelanja, kalau - kalau ía menjadi korban daging oplosan.Terlebih bagi kaum muslim yang sangat mengutamakan aspek kehalalan. Kerugian lain yang tak terelakkan adalah konsumen rugi secara finansial karena barang yang didapat tidak sepadan dengan uang yang mereka keluarkan.
‘Saya berharap pemerintah lebih bijak dalam merumuskan kebijakan, baik terkait dengan pengadaan daging maupun dengan pengamanan peredaran daging melalui sidak. Diharapkan pengoplos akan lebih hati — hati.” Penindakan tegas juga diperlukan demi menimbulkan efek jera bagi oknum pengoplos.
TIPS DALAM MEMBELI DAGING
Konsumen yang hendak membeli daging ada baiknya memperhatikan beberapa hal seperti berikut:
  1. Disarankan mempunyai langganan penjual daging yang bisa dipercaya.
  2. Bagi orang muslim yang tidak bisa mengenali daging babi bisa menanyakan sertifikat halal kepada penjualnya Akan sulit bagi orang awam yang jarang bersentuhan dengan daging babi akan sulit bila melihat dan ciri fisiknya saja apalagi bila sudah dicampur. 

0 Response to "Awas Bahaya Daging Oplosan"