TIPS BELAJAR MEMBACA KELAS 1 SD | INFO PENDIDIKAN DAN KESEHATAN

TIPS BELAJAR MEMBACA KELAS 1 SD




Banyak orangtua dan pendidik merasa kesulitan mengajar anak-anak membaca. Jangankan membaca, mengenalkan huruf atau abjad satu persatupun mereka kesulitan Padahal hal itu sebenarnya tidaklah suit apabila situasi dan kondisi
Iingkungan keluarga mendukung
Dikatakan oleh Dra. Tuti Werdiastuti, M.SI, seorang psikolog,“Keadaan yang mendukung bisa dimulai dan obrolan biasa. Dan situ anak justru merasa nyaman mengenal abjad. Selain itu suasana menyenangkan dan keterlibatan orangtua merupakan salah satu kunci sukses untuk mengenalkan huruf pada anak.” Poin pertama yang perlu dipahami adalah,janganmemaksakan anak untuk mengenal hurufdan kata. Buatlah kegiatan itu menjadi sesuatu yang menarik buat anak sehingga anak pun tidak merasa terpaksa untuk melakukannya. Dapat juga dilakukan dalam situasi bermain. Abjad terdiri dan huruf vokal dan konsonan yang total berjumlah 26 huruf. Jika anak harus memahami 26 hunuf sekaligus, bisa jadi anak menjadi bingung. Untuk menyiasatinya, orangtua bisa memulai dan hurufvokal. Alasannya? Pertama, hanya lima huruf vokal dalam abjad yakni A, I, U, E, O. Kedua, mudah membedakan hurufvokal dibandingkan konsonan.Contoh: huruf mati B dan D. Apabila dan bentuknya hampir mirip, selain itu pelafalannyapun hampir sama. Coba bandingkan saat  anak mengeja A dan I akan terasa bedanya. Caranya bisa dengan memperkenalkan kepada anak bentuk-betuk dan lafalan huruf vokal terlebih dahulu lalu mintalah anak untuk mengarsirnya dengan warna kesayangannya. Bila lelah beristirahatlah dulu. Bisa juga dengan main tebak-tebakan anak nama binatang yang diawali dengan huruf tertentu dan Iainnya. Usia yang Tepat Saat mengajarkan anak untuk berkata-kata bisa 

dimulai sedini mungkin, terutama ketika usia perkembangan bahasa seorang anak, yaitu sekitar usia 1,5 tahun. Kalau mengajar anak untuk mengenali hurufatau mengenali kata-kata bisa setelah itu, yaitu sekitar usia 2 tahun (tergantung kesiapan si anak). Menurut psikolog Evi Elviati, Psi, “Perlu diperhatikan apa yang diberikan, misalnya kepada anak yang berusia 2 tahun mungkin hanya bisa diperlihatkan dulu
bentuk-bentuk huruf atau kata kata dengan jumlah yang sangat terbatas. Jangan sealu berharap anak akan memberikan respon seperti apa yang diharapkan. Intinya adalah memperkenalkan sehingga informasi tersebut masuk ke dalam sistem memori anak.”
Anak mudah mengingat sejak dini mulai mengajarkan anak, akan membuatnya mudah untuk mengingat hurufdan termotivasi untuk mau belajar huruf. Dampaknya, untuk perkembangan belajar kemampuan menulis kata selanjutnya tidak mengalami kesulitan.Bila anak merasa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan maka orangtua atau guru tidak merasa sulit untuk mengajak anak belajar. Anak tidak bersifat anti terhadap kegiatan belajar. Lebih jauh lagi, dengan begitu Iebih mudah untuk membentuk disiplin si anak. Mengenali anak yang tidak mampu belajar cepat Untuk mengetahui anak yang tidak mampu belajar cepat memang perlu pengamatan yang cermat dan orangtuanya. Faktor penyebabnya dapat bermacam macam, bisa karena mengalami gangguan dalam hal konsentrasi atau bisa juga pendengaran  dan penglihatannya yang terganggu. Hal tersebut, belum dapat dikatakan sebagai suatu kelainan, akan tetapi masalah ini pada dasarnya disebabkan oleh karena kemampuan orientasi ruang si anak yang belum berkembang secara optimal. Seperti kita ketahui, ketika belajar membaca, anak sebenarnya belajar memberi bunyi atau gambar tertentu. Sebelum mengenal simbol, anak harus lebih dahulu memiliki penguasaan ruang yang baik. Ia harus sudah dapat membedakan kanan dan kin, atas dengan bawah, dan sebagainya. Dengan begitu, baru anak mampu membedakan bunyi dan simbol gambar b dan d, misalnya yang satu karena perutnya menghadap ke kanan, sementara yang lain nya ke kiri. Oleh karena itu, gejala anak-anak yang mengaiarni gangguan ini adalah menulis terbalik-balik, misalnya hurufd ditulis b atau sebaliknya, m ditulis w. Kalau gejala ini muncul pada anak-anak yang baru mulai belajar membaca dan menulis, maka anak belum bisa disebut mengalami gangguan perkembangan membaca atau disleksia.
Sesuai dengan kematangan anak, kemampuan orientasi ruang si anak iuga masih akan berkembang, sehingga masalah ini nantinya bila ditangani oleh ahlinya, akan hilang dengan sendiri nya. Akan tetapi tidak sedikit anak dengan gejala tersebut membutuhkan terapi intensif yang meliputi pemeriksaan fisiologis, psikogis dan berbagai program latihan. Karena itu, seyogyanya kasus ini ditangani secara terpadu antara dokter, psikolog klinis anak, guru remedial, dan orangtua.
Menumbuhkan minat anak.

cara menumbuhkan minat anak bisa mengawalinya dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan yang berhubungan dengan mengenalkan hurufatau kata misalnya mendongeng, tebak kata, membelikan buku-buku yang menarik bagi anak, dan lain-lain. Selain itu, ada dua hal yang penting dalam keberhasilan proses belajar membaca, yaitu masalah hadiah atau imbalan dan hukuman. Hadiah sebagai suatu stimulus dapat memacu minat membaca si anak apabila diberikan setelah terjadinya respon yaitu setelah anak mau belajar membaca atau misalnya berhasil membaca dengan benar. Sebaliknya, bila hadiah diberikan pada saat yang kurang tepat, yakni sebelum adanya
respon atau misalnya anak belum mau melakukan belajar membaca sudah diberikan hadiah lebih dahulu, akan berakibat negatif. Karena itu, lebih baik menyuruh anak belajar membaca dulu, baru kemudian boleh bermain daripada membiarkan anak bermain dulu, maka besar kemungkinan anak akan melalaikan tugas membaca atau membaca asal jadi. Pemberian imbalan atau respons anak terhadap tugas belajar membaca, hendaknya tidak diberikan terus - menerus. Pemberian imbalan yang
berlebihan hanya akan menurunkan motivasi atau semangat belajar, misalnya minat membaca anak jadi berkurang atau bahkan tidak lagi mau belajar membaca. Sesungguhnya belajar adalah demi kepentingan din anak send in, sehingga motivasi belajarpun hendaknya tumbuh dan dalam din si anak, bukan karena ada hadiah atau tidak. Selain imbalan, hukuman juga penting dalam menunjang keberhasilan proses belajar.
Adanya hukuman mempersempit ruang gerak anak untuk membuat kesalahan dalam belajar, misalnya belajar membaca. Hukuman dapat berupa tidak diberi kesempatan untuk menonton TV karena cara membacanya masih salah terus, misalnya dan tentunya kondisi ini lepas dan si anak mengalami gangguan atau kelainan. Hukuman fisik tidak dibenarkan sama sekali dalam menumbuhkan minat sesegera mungkin. Selain kedua hal tersebut di atas, hal yang penting adalah peran Iingkungan keluarga yaitu orangtua. Peran orangtua sangat penting dalam menunjang minat membaca pada anak. Jadi tidak hanya sekedar menyuruh anak belajar, namun ikut memberi contoh pada saat-saat anak belajar membaca, misalnya ikut serta membaca dengan jadwal waktu yang konsisten.
Jangan Memaksa 

Sesuatu yang dipaksakan biasanya memberikan efek yang tidak baik. Oleh karena itu, bila seorang anak tidak mau belajar mengenal huruf/kata jangan dipaksa, tapi tumbuhkan minatnya dulu Sebagal orang tua mendampingi anak belajar di rurnah sangat perlu dilakukan. Orangtua dapat memantau langsung perkembangan si anak, baik kesulitan belajar anak maupun kemajuan yang ada pada Si anak. Walaupun demikian, orang tua tidak boleh memaksakan keinginan agar si anak menjadi seperti yang diinginkan oleh orangtua. Hal itu akan menimbulkan tekanan pada diri si anak dan akhirnya anak akan malas belajar. Orangtua juga harus memahami apa yang menjadi kekurangan pada diri si anak Metode Belajar Belajar tidak hanya di sekolah,
tetapi bisa di mana saja, di tempat tidur, di perjalanan di rumah, dan sebagainya. Metode belajar dengan pengalaman langsung artinya melakukan sesuatu sambil belajar. Hal mi karena tahap berpikir anak masih pada tahap konkrit
operasional. Metode belajar yang dapat diperkenalkan pada anak bisa diterapkan sesuai dengan prinsip belajar secara umum. Cara kegiatan belajar dapat diterapkan dan berlangsung pada setiap tempat dan waktu. Kegiatan belajar tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga di rumah, di masyarakat, di tempat rekreasi bahkan di mana saja bisa terjadi kegiatan belajar. Belajar juga terjadi setiap saat, tidak hanya pada jam-jam pelajaran. Misalnya dalam setiap kesempatan bersama anak, sisipkan juga pengenalan huruf baik pada saat jalan-jalan misalnya banyak huruf - huruf yang bisa dilihat di iklan-ikian sepanjang jalan atau pada rambur ambu lalu lintas. Bisa juga pada saat mandi ketika melihat tulisan pada sikat gigi atau pasta gigi dan masih banyak kesempatan yang bisa orang tua manfaatkan ketika bersama Si kecil. Dengan pengenalan sedikits edikit, akan membuat anak mudah mengingatnya. 

Ciri-ciri anak yang mampu mengenali huruf sejak dini
·         Anak mampu mengenali lambang atau simbol
·         Kemampuan motorik halus sudah berkembang dengan balk. Kedua kemampuan ml diperlukan untuk menunjang anak belajar mengenali huruf dan belajar menulis.

Untuk mengenalkan huruf dan kata pada anak dengan menyenangkan:
·         Buat suasana yang menyenangkan
·         Gunakan sarana bermain
·         Menggunakan bahasa yang sederhana dan alat-alat yang konkrit
·         Jangan memaksa
·         Mulailah dengan memperkenalkan kata-kata yang biasa diucapkan oleh anak atau yang dekat dengan kehidupan anaksehari-hari
·          bagi anak-anak prasekolah carilah buku ceritera dengan warna meriah bergambar, dan teks dengan huruf-huruf berukuran besar
·         Mengasosiasikan huruf, misalkan huruf b. Orang tua bisa mencari puipen , dan coba tanyakan pada Anak apakah dia tahu bentuknya mirip hurufapa?
·         Tempel huruf, mintalah anak menyebutkan namanya dengan menempelkan stiker pada buku stikernya atau media Iainnya Setiap hari, sernpatkan waktu 10 menit atau Iebih untuk menunjukkan tanda-tanda gambar berupa bentuk benda-benda, binatang, tumbuh-tumbuhan, juga warna dan huruf-huruf seperti yang sudah disebutkan di atas.








0 Response to "TIPS BELAJAR MEMBACA KELAS 1 SD"