Manfaat Teh Hijau

teh-hijau


Bagi sebagian orang, tidak ada minuman yang lebih menyehatkan selain teh hijau. Berawal dan China puluhan ribu tahun lalu, kini kebiasaan minum teh hijau menyebar ke seluruh dunia tentu dengan cara Iebih modern. Teh hijau disukai karena memiliki aroma dan antioksidan berlimpah yang tidak ditemui di teh jenis lain. Berbagai penelitian sudah dilakukan untuk menggali manfaat antioksidan dalam teh hijau. Salah satunya penelitian untuk melihat manfaat teh hijau dalam mencegah seseorang dan penyakit pikun (demensia), jenis Alzheimer. Belum lama ini pakar neurologi Henry L. Paulson dan Universitas Michigan menulis manfaat EGCG (epigallocatechin-3-gallate), salah satu jenis flavonoid dalam teh hijau, dalam melindungi otak dan plak amiloid yang dipercaya menjadi penyebab utama penyakit Alzheimer. Penelitian lain yang dilakukan ilmuwan asal Cina Mi Hee Lim dan dipublikasikan di Proceedings of thh National Academy of Sciences menunjukkan EGCG mampu mengikat beta-amiloid, suatu protein yang membentuk plak amiloid, sehingga pembentukan nya bisa dicegah. Penel iti lain dan University of Leeds Inggris, mempublikasikan penelitiannya di Journal of Biological Chemistry, bahwa kandungan bioflavonoid dalam ekstrak teh hijau bisa mencegah plak amiloid menempel di sel-sel saraf di otak.


Penelitian paling menarik dipublikasikan di European Journal of Clinical Nutrition. Tidak seperti penelitian lain yang menggunakan model di laboratorium, kali ini penelitian dilakukan pada manusia dan merupakan penelitian pertama yang menggunakan MRI untuk melihat Iangsung gambaran di otak pasca pemberian ekstrak teh hijau yang mengandung EGCG.

Peserta penelitian diberikan minuman teh hijau kemudian mereka diminta melaksanakan tugas yang berkaitan dengan ketajaman ingatan, sementara peneliti memonitor gambaran otak mereka. Sebagian peserta diberi minuman dengan dosis teh hijau lebih banyak, atau tidak mengandung teh hijau sama sekali untuk perbandingan. Tenyata mereka yang minum teh hijau mengalami peningkatan aktivitas otak di area dorsolateral prefontal cortex, yaitu area otak yang bertanggungjawab mengolah ingatan (memori). Semakin tingi dosis teh hijau, Maka efeknya semakin besar.

Apa arti penelitian ini?Meskipun baru diujicobakan pada sampel yang kecil (hanya 12 subek). namun karena bahan yang digunakan adalah teh hijau, maka artinya ada satu lagi manf aat teh hijau yang tergali Selama ini belum pernah ada sang melaporkan efek samping minum teh hijau. Bahkan penelitian-penelitian sebelumnya menyatakan bahwa teh hijau bisa mencegah kanker payudara dan kondisi penyakit saraf seperti Parkinson.

Manfaat Teh ada di Antioksidan

Camelija sinesis adaah nama ilmiah teh hijau. Tanaman teh sudah dibudidayakan sejak ratusan ribu tahun lalu, dimulai di Cina dan India. Kini, teh menjadi minuman paling banyak disajikan di seluruh dunia. Teh hijau mendapat tempat tersendiri karena memiliki nilai tambah untuk kesehatan. 
Ada berbagai jenis teh: teh hijau, teh hitam, dan teh oolong. Perbedaan ketiganya hanya pada proses pengolahan. Teh hijau dibuat tanpa proses fermentasi sama sekali sehingga kandungan antioksidannya tetap terjaga pada kadar yang tinggi, Semakin banyak daun teh yang difermentasikan, seperti pada teh hitam, maka semakin berkurang kandungan antioksidan dan semakin tinggi kandungan kafeinnya. Teh hijau memiliki antioksidan pol ifenol tertinggi dan kafein terendah, sebaliknya teh hitam memiliki kadar polifenol rendah dan kafein 2-3 kali lebih tinggi dibandingkan teh hijau.

Polifenol termasuk antioksidan yang poten. Efek antioksidan polifenol yang memberikan rasa pahit pada the ini diyakini lebih tinggi dibandingkan vitamin C. Polifenol dalam teh hijau sering disebut dengan katekin, Dijelaskan ahli nutrisi Emillia E. Achmadj, MS., RD bahwa ada enam komponen katekin utama dalam teh yaitu:

  1. katekin,
  2. galaokatekin,
  3. epikatekin,
  4. epigallokatekin,
  5. epikatekin gallate,
  6. dan apigallokatekin gallate (dikenal dengan EGCG).
EGCG ini merupakan polifenol pada teh hijau yang paling banyak diteliti karena paling aktif. Teh hijau juga mengandung alkaloid termasuk kafein, teobromin, dan teofilin yang memberikan efek stimulan. Satu cangkir minuman teh hijau mengandung 50 - 150 mg polifenol. Tergantung produknya, Emillia menganjurkan 2-3 cangkir perhari (mengandung 240 - 320 mg polifenol) untuk mendapatkan manfaat teh hijau secara optimal. “Teh hijau merupakan salah satu jalan untuk kembali ke hidup yang lebih sehat terutama masyarakat di perkotaan yang setiap hari bergulat dengan stres, diet tidak sehat, dan polusi udara., jelas Emilia, 
Lebih jauh lagi Emilia menjelaskan bahwa satu penyakit tidak berdiri sendiri. Jika kita mendapatkan satu penyakit, maka peluang mendapatkan penyakit lain akan terbuka. Misalnya penderita hipertensi, memiliki resiko mengalami penyakit jantung dan diabetes. Resiko penyakit - penyakit kronis ini bisa dihambat dengan konsumsi teh hijau secara rutin dengan mendulang katekin sebanyak-banyaknya. Katekin berfungsi menghambat radikal bebas yang bersifat merusak, Radikal bebas bisa berasal dan hormon stres yarg merusak (kortisol), asap rokok, makanan olahan yang tidak sehat, dan polusi udara. Katekin merupakan super antioksidan yang sudah dIteliti di banyak negara selama 40 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan manfaat utama katekin adalah mencegah ateroskerosis, penuaan dini, termasuk demensia Alzheimer yang semuanya berkaitan dengan radikal bebas. “Kombinasi katekin tinggi dan sedikit kafein pada teh hijau sangat bagus menstimulasi sistem saraf pusat. Satu cangkir minuman teh hijau manfaatnya setara dengan olahraga jogging selama 15 menit,” jelas Emilia.

Proses Pengolahan Menentukan Kualitas

Kualitas teh hijau sangat ditentukan oleh lokasi penanaman dan proses pengolahan. Direktur IASB Anastasia Sutadji menjelaskan, produk yang diluncurkan IASB tidak bisa dilepaskan dan trend gaya hidup sehat di masyarakat yang mulai banyak memilih teh hijau dalam kemasan untuk minuman sehari -hari. Salah satu teh, menurutnya, dibuat dan teh hijau Jepang terbaik dan diproduksi dengan teknologi satu kali penyeduhan. Artinya setiap lembar daun teh hanya digunakan satu kali penyeduhan saja. Hal ini untuk mempertahankan intensitas rasa dan aroma teh hijau dan memastik an kandungan antioksidan tetap tinggi.

Emilia menambahkan, suatu minuman kemasan teh hijau bisa dilihat akan berkualitas bila tidak melanggar angka kecukupan gizi yang direkomendasikan. Kandungan gula yang di khawatirkan membawa dampak buruk, pada produk IASB ini hanya 11%. “WHO menetapkan, kandungan gula pada suatu produk tidak boleh melebihi 20%,” jelasnya.

Teh dalam bentuk apapun, bisa berinteraksi dengan beberapa mineral dalam tubuh, di antaranya kalium, kalsium dan zat besi. Minum teh berlebihan bisa mengganggu penyerapan zat besi. Oleh karena itu menurut Emilia, minum teh hijau sebaiknya tidak disatukan dengan makanan. Beberapa tips untuk mendapatkan manfaat teh hijau secara optimal antara lain:

  1. Tidak membiarkan teh yang sudah siap diminum didiamkan atau terbuka terlalu lama sehingga akan memicu proses oksidasi dan mengurangi manfaatnya.
  2. Teh tidak diseduh berkali-kali sehingga pada seduhan kedua, ketiga, manfaat sudah tidak sekuat seduhan pertama.

Kesimpulan Manfaat Teh Hijau adalah:
  1. Mencegah seseorang dan penyakit pikun (demensia)
  2. Dapat menghambat penyakit kronis
  3. Dapat mengurangi penuaan Dini
  4. Mencegah Kanker Payudara
  5. Mencegah penyakit syaraf seperti Parkinson

0 Response to "Manfaat Teh Hijau"