Manfaat Petai | INFO PENDIDIKAN DAN KESEHATAN

Manfaat Petai



Baunya yang khas dan “tajam” kadang membuat sebagian orang enggan mengonsumsi buah ini, entah itu saat segar maupun yang sudah diolah. Namun siapa menyangka di balik baunya yang unik itu, petai memiliki begitu banyak manfaat bagi tubuh. Petai berkhasiat sebagai sumber antioksidan, mencegah hipertensi, anemia, sembelit, tukak lambung, penyakit hati, ginjal
hingga menangkal depresi.
Petai atau sering disebut pete (Parkia speciosa) merupakan pohon tahunan tropika dari suku polong-polongan. tumbuhan ini tersebar luas di Nusantara bagian barat. Buahnya besar, memanjang, dengan banyak polong buah. Dalam satu buah terdapat hingga 20 biji yang berwarna hijau ketika muda dan terbalut oleh selaput agak tebal berwarna cokiat terang.
Selain di Indonesia, Petai juga, Juga populer di wilayah Asia lain seperti Laos,Thailand, Burma, Malaysia dan bahkan India. Secara umum peta digunakan sebagai bahan makanan yang dicampurkan pada berbagai jenis masakan, maupun dilalap rnentah.

PERBAIKI MOOD
Petai mengandung berbagai macam senyawa dan nutrisi yang beragam seperti gula alami,zat besi, kalium, fosfor, vitamin A, Vitamin B6, danVitamin C Selain itu, petai mengandung beberapa senyawa kimia lain seperti Cyclic poIysuIphida dan Thiozoline-4-Carbocyclic (TCA), yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai pengobatan. Menurut penelitian Maryati
(2007), petaii mengandung 3 jenis guIa alami yaltu sukrosa, fruktosa dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat. Kombinasi kandungan ini mampu memberikan dorongan tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas berat selama 90 menit. Namun demikian konsumsi buah ini tidak menimbulkan naiknya kadar gula darah bahkan dapat mengendalikan kadar gula sehingga kadar gula bisa tetap stabil. Riset tersebut membuktikan bahwa petai tidak hanya memberikan energi, namun juga mampu mencegah bahkan mengatasi beberapa macam penyakit dan kondisi buruk, seperti anemia karena kandungan zat besi yang tinggi yang dimiliki, sehingga mampu menstimulasi produksi sel darah merah dan membantu apabila terjadi anemia.
Teksturnya yang lembut dan halus mampu menetralkan asam lambung dan mencegah iritasi, dengarin mekanisme melapisi permukaan dalam lambung. OIeh karena itu kadang petai disebut juga sebagai makanan untuk perawatan pencernaan. Buah ini adalah satu-satunya buah mentah yang dapat dimakan tanpa sebabkan stres dalam beberapa kasus yang parah. Vitamin B6 yang terkandung didalamnya diduga kuat berperan memperbaiki mood seseorang. Petai juga berkhasiat sebagai antidepresan, karena petai mengandung tryptophan, yakni asam amino yang di dalam tubuh menghasilkan serotonin sebagai a ntidepresan.


PERANGI HIPERTENSI

Buah petai juga mengandung min eral kalium tinggi yang penting dibutuhkan tubuh kita. Kalium berguna untuk menormalkan detak jantung dan rnengatur keseimbangan cairan tubuh. Saat kita terserang stres berat, metabolisme dalam tubuh akan meningkat sehingga kadar kalium dalam tubuh akan berkurang. Meski tinggi kalium, petai tenyata rendah garam, sehingga sangat sempurna untuk memerangi tekanan darah. Begitu tingginya, sehingga Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengizinkan perkebunan petai untuk melakukan klaim resmi mengenai kemampuan buah ini untuk menurunkan resiko tekanan darah dan stroke.
Menurut Dr. Vivi K. Tja hjadi dan Klinik Herbal Cermpaka Putih, petai’ diduga kuat bermanfaat bagi ginjal, namun dengan penggunaan dalam jumlah yang kecil.Meski,diakui olehnya hingga saat ini belum banyak riset dan penelitian yang mengupas lebih dalam mengenai khasiat buah mi untuk fungsi ginjal. Mineral lain yang cukup penting dalam buah petai yaitu fosfor yang men capai 1 15 mg per 100 g biji. Petai juga kaya citamin C,yaitu 46 my per 1009 biji. Vitamin C sangat penting dalam proses penyembuhan luka serta daya tahan tubuh melawan infeksi dan stres. Rata-rata kebutuhan tubuh akan vitamin C adalah 75 mg per hari pada wanita dan 90 mg per hari pada pria dewasa. Kandungan vitamin A pada petai juga cukup baik, yaitu 200 IU per 100 g. Vitamin A berperan menjaga agar kornea mata selalu sehat. Kelebihan lain petai adalah menurunkan risiko tekanan darah dan stroke. Menurut riset dalam “The New England Journal of Medicine” makan buah petaIsebagai bagian dan makanan sehari-hari akan menurunkan resiko kematian karena stroke sampai 40%.

KENAPA PETAI KOK BAU
Biji petai, yang berbau khas dan agak mirip dengan jengkol banyak dikonsumsi segar maupun dijadikan bahan campuran sejumlah menu. Sambal goreng hati tidak lengkap tanpa petai. Buab/Biji petai biasanya dijual dengan menyertakan polongnya. Namun demikian, pengemasan modern juga dilakukan dengan mengemasnya dalam plastik atau dalam stereofoam yang dibungkus plastik kedap udara.
Pada sebagian orang tampak anti dengan petai. Salah satu alasannya karena bau yang tidak sedap dan bisa membuat “gas buang”tubuh menjadi lebih bau. Bau tersebut sebenarnya berasal dan asam amino yang terdapat di dalam biji petai itu sendiri, namun asam amino itu didominasi oleh asam amino yang mengandung unsur sulfur (S). Ketika terdegradasi atau terpecah-pecah menjadi komponen yang lebih kecil, asam amino itu akan rnenghasilkan berbagai komponen flavor yang sangat bau. Salah satu gas yang terbentuk dan unsur itu adalah gas H2S (hidrogen sulfida) yang terkenal sangat bau.
Meski aroma menyengat tersebut selalu rnenempel sebagai ciri khas buah petai, ternyata ada cara untuk mengatasinya. Mengurangi atau bahkan menghilangkan bau dapat dilakukan dengan Cara mengunyah sedikit bubuk kopi selama beberapa menit, kemudian minum air putih dingin. Selain itu. Konsumsi nentimun dan minum air hangat juga dapat mengurangi bau petai,” tambah Dr. Vivi.
TERNYATA KULIT PETAI JUGA BERKHASIAT

Selain buah/biji yang bermanfaat, kulit petai ternyata juga memiliki fungsi sebagai antioksidan. KuIit petai terletak diatas buah dan
menyelimuti/membungkus buah. Dalam kulit buah tersebut terdapat
senyawa fenolik yang mampu mengurangi secara signifikan efek radikal bebas yang berbahaya pada minyak goreng bekas. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh
Gideon Fransisco dan Universitas KatolikWidya Mandala Surabaya membuktikan bahwa senyawa fenol dalam kulit peta
i dapat menjernihkan minyak bekas yang berwarna hitam dan menghilangkan bau tengik. Sebagal antioksidan alami, kulit petai jauh Iebih menyehatkan daripada antioksidan sintesis yang dipakal minyak goreng di pasaran.

0 Response to "Manfaat Petai"