Manfaat dan Kegunaan Bekatul atau Dedak






Kita semua pasti sudah tahu kalau bekatul  atau ada yang menyebutnya dengan dedak adalah makanan unggas. Di kampung - kampung orang biasa memberi makan bebek atau ayam piaraan mereka dengan bekatul yang dicampur air atau juga bahan Iainnya seperti nasi, jagung, dan ampas tahu. Namun,tahukah Anda bahwa bekatul juga dipuji sebagai makanan super?  Mendengar kata bekatul atau dedak,sebagian orang Iangsung mengaitkannya dengan bahan untuk pakan bebek. Padahal bekatul merupakan hasil sampingan dan proses penggilingan atau penumbukan gabah menjadi beras. Namun Tidak ada yang menyangka ternyata kandungan nutrisi bekatul sangat baik dan berguna untuk menurunkan kolesterol, gula darah, serta melawan kanker.
Bukan Dedak
Menurut DR.Ir.Evy Damayanthi, MS, Bekatul adalah hasil samping penggilingan padi. Setelah beras dipisahkan dan sekam (kulit luar gabah), kemudian dilakukan penyosohan. Proses penyosohan dilakukan dua kali, penyosohan pertama menghasilkan dedak(seratnya masih kasar), sedangkan penyosohan kedua menghasilkan bekatul (rice bran) yang bertekstur halus. Namun seringkali di penggilingan antara dedak dan bekatul tidak dipisahkan dan difungsikan hanya sebagai pakan ternak Untuk istilah dedak dan bekatul ini dibedakan oleh FAO. Dedak merupakan hasil sampingan proses dan penggilingan padi yang terdiri dan lapisan sebelah luar butiran beras (perikarp dan tegmen) dan sejumlah lembaga beras. Bekatul merupakan lapisan sebuah butiran beras (lapisan aleuron/kulit ari) dan sebagian kecil endosperma berpati. Dalam proses penggilingan pasi di Indonesia,dedak dihasilkan pada proses penyosohan pertama, bekatul merupakan pada proses penyosohan kedua.
Padat Gizi
Lebih lanjut lagi DR.Ir.Evy mengatakan, bekatul itu kaya akan kandungan karbohidrat, protein, lemak dan asam lemak esensial, dietary fibre (sera pangan untuk pencernaan),antioksidan seperti vitamin E Kompleks (tokoferol tokotrienol, oryzano) serta vitamin B Kompleks (Bi ,B2,B3,B5,B6,Bl 2,dan Bi 5) Selain mengandung zat-zat gizi dan vitamin tersebut, bekatul juga mengandung fraksi-fraksi mineral yang sangat bermanfaat seperti: Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Mangan (Mn), zat besi (Fe), Kalium (K), seng (Zn), dan lain-lain. Kayanya gizi yang dikandung membuatnya Iayak untuk dijadikan alternatif bahan pangan, disamping beras putih yang banyak dipilih masyarakat saat ini. “Sedangkan kalau berbicara tentang beras kandungannya itu hanya pati saja, untuk mineral, serat, dan vitamin itu lebih rendah dibandingkan bekatul.” Dan segi gizi, kata Dr. Evy lagi, kandungan gizi beras putih sebenarnya sudah sangat sedikit, sebab kandungan utamanya adalah karbohidrat. Kandungan gizi di luar karbohidrat seperti serat, vitamin B kompleks, protein, tiamin, niasin serta tokoferol dan aneka zat gizi lain justru ada di bekatul. Sayangnya bekatul saat ini justru dikenal sebagai pakan ternak, sementara manusia hanya mengkonsumsi beras putih.Tak heran bila sekarang banyak terserang aneka penyakit seperti konstipasi, kanker koon, hipertensi, hiperkolesterol, diabetes mellitus dan lain - lain karena zat sehat dalam menu sehari-hari sangat minim.
Zat gizi lain yang menonjol pada bekatul,terutama beras adalah lemak, kadarnya mencapal 10-20g/100 gram. Minyak yang diperoleh dan bekatul ini dapat digunakan sebagai minyak ikan dan sudah dijual secara komersial di beberapa negara.
Turunkan Kolesterol
Manfaat bekatul bagi kesehatan tidak hanya disebabkan oleh kandungan vitamin B nya saja, tetapi juga karena kandungan zat gizi Iainnya.Dari segi zat gizi,bekatul mengandung asam amino lisin yang lebih tinggi dibandingkan beras. Protein bekatul memang nilai gizinya Iebih rendah dibandingkan telur dan protein hewani, tetapi lebih tinggi dan kedelai, biji kapas,jagung dan terigu.
Bekatul juga merupakan sumber asam lemak tak jenuh esensial dan bermacam-macam vitamin (Bi, B2, B3, B5, B6 dan tokoferol), pangamic acid (Vit. Bi 5), serat pangan, serta mineral. Natrium, Kalium, dan Khlor yang terkandung dalam bekatul mudah diserap dan dikeluarkan. Bekatul juga kaya akan serat pangan (dietary fiber). Disamping zat gizi, bekatul juga mengandung komponen bioaktif pangan atau pangan fungsional. Komponen bioaktif tersebut adalah antioksidan tokoferol (vitamin E), tokotrienol, oryzanol dan pangamic acid (vit. B15). Senyawa tersebut merupakan bagian dan lemak bekatul dan merupakan senyawa yang berharga untuk menjaga kesehatan manusia, antara Lain sebagai zat yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah, mencegah terjadinya kanker dan memperlancar sekresi hormonal.
Menurut Damayanthi dkk(2007) konsumsi 85 gram bekatul per han dapat menurunkan totak kolesterol sebesar 8,3 persen dan peningkatan kolesterol HDL (kolesterol baik) 11,8 persen. Mekanisme penurunan lemak darah diduga melalui peningkatan kapasitas peningkatan reseptor kolesterol jahat HDL. Mekanisme lain yang juga berperan dalam penurunan kolesterol darah adalah peningkatan aktivitas enzim cholesterol 7 alpha-hydroxyla-se, suatu enzim yang bertanggung jawab dalam proses biosintesis asam empedu. Peningkatan aktivitas enzim ini akan menstimulasi konversi kolesterol menjadi asam empedu,sehingga dapat menyebabkan penurunan kolesterol darah. Menurut DR. Evy, keistimewaan dan bekatul itu masih banyak sekali. salah satunya adalah untuk menurunkan berat badan, karena mengandung banyak serat atau kaya akan serat. Karena mengandung serat yang sangat tinggi, bekatul juga sangat baik dikonsumsi penderita diabetes mellitus. Selain itu bekatul mengontrol profil darah,sebagai antioksidan.
Keuntungan lain dan bekatul adalah mengandung pangamic acid (B15 ). Berbagai penelitian menunjukan pangamic acid dapat berfungsi sebagi donor metal yang membentuk asam amino tertentu yang berfungsi mengatasi hipoksia ( kekurangan oksigen ) di otot jantung dan otot lainnya.
Pangamic acid juga berfungsi sebagai antioksidan, memperpanjang umursel melalui perlindungan terhadap oksidasi. Selain itu juga memberikan stimulasi ringan ke endokrin dan system saraf, serta meningkatkan fungsi hati yang berperan dalam proses detoksifikasi.
Sebuah riset menunjukan khasiat pangamic acid membantu menurunkan kadar kolesterol dan membantu sintesis protein. zat mi juga dapat menghancurkan sel kanker dan memberikan kesehatan bagi sel normal.

Lembut & Agak Manis
Banyak orang seperti antipasti dengan bekatul karena baunya yang tengik, apek dan asam. Anggapan tersebut tidaklah benar karena sebetulnya bekatul memiliki citarasa lembut dan agak manis. Bau tidak sedap akan muncul jika bekatu! mengalami kerusakan. Maka itu, disarankan untuk memilih bekatul yang masih balk dan memiliki kualitas bagus.
DR. Evy mengatakan, bekatul yang bagus dan memenuhi kriteria dapat dikonsumsi adalah yang tidak berbau apek, Warna bekatul tidak gelap dalam arti warnanya terang. Bekatul yang baik juga mesti berbentuk halus dan bukannya kasar,imbuhnya. Bahan pangan satu ini memang banyak bermanfaat bagi kesehatan, namun bukan berarti boleh dikonsumsi secara berlebihan. Lebih lanjut lagi DR.Ir.Evy mengatakan mengkonsumsi bekatul terlalu banyak tanpa di imbangi oleh makanan lain akan mengakibatkan efek samping balk jangka panjang maupun pendek. Adapun efek samping yang didapat bila mengkonsumsi bekatul terlalu banyak adalah terjadi diare pada permulaan mengkonsumsi bekatul, tapi selanjutnya kita akan terbiasa. Jika terjadi diare, dosisnya bisa dikurangi. Mengonsumsi bekatul,kadang-kadang menimbulkan asa mual bagi penderita maag. Bagi yang mengidap penyakit mi disarankan minum bekatul lebih encer dan diminum sekaligus. Jadi dan berbagai penelitian menunjukan bekatul memiliki komponen gizi yang sangatdibutuhkan manusia. Jadi patut disayangkan jika bekatul hanya ditujukan sebagai makanan ternak.






0 Response to "Manfaat dan Kegunaan Bekatul atau Dedak"