Hal Positif dan Negatif Serta cara Penanganan Anak Autis | INFO PENDIDIKAN DAN KESEHATAN

Hal Positif dan Negatif Serta cara Penanganan Anak Autis


SISTEM limbik memiliki peranan penting terhadap perilaku emosi manusia. Apabila system ini terganggu atau mengalami gangguan fungsi maka wajar jika para penyandang autisme mengalami gangguan emosi. Gangguan pada sistem limbik yang merupakan pusat emosi mengakibatkan anak autis kesulitan mengendalikan emosinya. Menurut Dr. dr. Ahmad Suryawan SpA(K), emosi ini dapat menyenangkan atau positif tetapi dapat juga tidak menyenangkan atau negatif. Ada empat macam emosi positif yang terlihat dan tindakan-tindakan emosional anak autis dalam merespon stimulus tertentu antara lain:
1.      Senang
Beberapa stimulus yang mengundang respon bagi anak-anak autistik dapat berupa benda/objek, situasi, maupun interaksi dengan manusia. Dan ketiga sumber stimulus di atas, benda/objek dan situasi/ kegiatan adalah stimulus yang paling mempengaruhi emosinya.
Anak bisa tersenyum, tertawa, bergerak (berjalan mondar-mandir meloncat, bertepuk tangan, berlari kesana-kemari, bergaya), mendekati sumber stimulus, mengambil benda dengan tangan sendiri atau menggunakan tangan orang lain. Saat senang, ia akan mengulangi melakukan kegiatan yang ia senangi, mengutak-atik benda yang diminati, menutup telinga, dan bersenandung.

2.       Sayang
Penyebab emosi ini muncul adalah orang dan benda. Anak autistik akan menunjukkan rasa sayangnya kepada orang-orang terdekat mereka seperti ibu atau pendamping.Terhadap benda, bisa berupa bonka. Namun jangan kaget, bila stimulus rasa sayang yang diberikan berlebihan atau dirasa menganggu, tak jarang anak autis akan menjadi marah dan menjadi tidak ingin disentuh.
Respon dan stimulus ini adalah mencium, memeluk, tersenyum, ter
tawa, memegang tangan, mendekati, mengajak bermain, bergerak mondar mandir, bergaya didekat orang yang disayang.  dan melirik orang yang disayang. Terhadap benda yang disayangi, perilaku anak
yang sering muncul adalah dengan mencium, dan membawanya kemanapun ia pergi.

3.      Malu
sumber stimulus adalah manusia terlihat pada saat ada orang yang memberi perhatian,
yang selanjutnya akan memuncul memunculkan respon tersenyum memalingkan wajah menunduk, mengalihkan pandangan, memegang orang lain, menjauh, atau berlari mondar



EMOSI NEGATIF
Emosi Jenis inilah yang kadang membuat para orang tua jengkel. Emosi negatif yang sering diantaranya adalah:
1.    Marah
Sumber stimulus yang menjadi penyebab emosi ini
adalah manusia dan situasi tertentu. Stimulus yang bersumber dari manusia yang memuncul emosi ini adalah pada saat subjek dilarang melakukan kegiatan yang diinginkan, disuruh melakukan hal yang tidak disuka, hak milik dilanggar, dan tindakan/ucapan diiraIat orang lain. selain itu stimulus berupa situasi yang menjadi pemicu emosi marah adalah pada saat ada keinginan atau kebutuhan anak tidak terpenuhi. Kadang kala anak kerap marah tanpa sebab.




2.    Takut,
Sumber stimulus yang menjadi penyebab munculnya emosi takut pada anak autis dalah manusia dan situasi/kegiatan tertentu. Respon berupa tindakan yang memperlihatkan emosi takut adalah; menjerit lirih, berpaling dan orang yang memarahi (mencari perlindungan), menutup telinga, menarik orang yang berada yang berada di dekatnya, ber ontak, menghindar (menjauh), menggunakan tangan orang lain, menunduk, berjalan terges a-gesa, berpegangan erat pada orang di dekatnya, menahan tubuh, menangis, dan memeluk orang lain, memukul meja.



3.    Sedih.
Perasaan sedih muncul berkaitan dengan sosok ibu, apabila ibu belum datang men gunjungi maka mereka memp erlihatkan perilaku seperti mel amun, menangis dalam diam, dan memanggil-manggil ibunya.


4.    Terkejut.
dalam kamus besar Bahasa Indonesia (2002) terkejut merupakan emosi yang disebabkan kejadian yang datang secara tiba-tiba. Secara fisiologis orang yang terkejut anggota badannya akan menjadi kaku, sedangkan tindakan yang biasanya menyertainya adalah berlarian kesana kemari. Saat terkejut karena terpergok melakukan sesuatu, anak meresponnya dengan meletakkan benda yang diambil atau meninggalkan kegiatan yang dilarang, dan cepat-cepat menjauh.



PENGENDALIAN EMOSI
Banyak dan anak yang terdiagnosis autisme memiliki kesulitan dalam menata emosi dan mempertahankan status ketenangan dalam dirinya. Boleh jadi mereka akan terjebak dalam suasana emosi mereka sendiri. Diperlukan pengendalian emosi yang tepat dalam menata emosi sang anak. Pengendalian emosi pada anak autis ditujukan untuk mengendalikan dan mengontrol emosi negatif seperti marah dan takut. Terdapat dua macam pengendalian yaitu pengendalian internal dan pengendalian eksternal. Pengendalian internal adalah pengendalian emosi yang dilakukan oleh subjek sendiri, seperti melakukan perilaku steriotipnya untuk mengendalikan kemarahannya. Pengendalian eksternal dilakukan orang-orang terdekat subjek dengan tujuan subjek tidak menjadi tantrum. dapat belajar mengutarakan keinginannya, dan dapat menyerap latihan dengan Iebih baik. Pengendalian internal, dapat dilakukan menggunakan perilaku steriotip anak autistik untuk mengendalikan emosi sendiri. Beberapa contoh perilaku steriotip anak autism adalah dengan menutup telinga, berjalan mondar-mandir, membuka lembar katalog, dan menyusun benda-benda.
Pengendalian eksternal, pengendalan ini dilakukan oleh
orang-orang di lingkungan keluarga, sekolah, bahkan lingkungan masyarakat untuk mengatur mengendalikan kemarahan anak autis. Pengendalian yang dilakukan dapat dengan memberi pengertian dan memberi kesempatan anak untuk melakukan keinginannya (mengarahkan). Anak juga harus dilatih agar bisa menyampaikan keinginannya lewat verbal maupun tindakan. Respon anak autis terhad ap perlakukan mi adalah mereka selanjutnya dapat menyampaikan keingmnannya sehingga tidak menjadi marah. Dengan kata lain, perilaku steriotip yang dilakukan anak-anak autis adalah suatu cara mereka untuk mengendalikan emosi. Tindakan menyakiti diri sendiri seperti, membenturkan kepala atau menarik rambut sendiri umumnya dilakukan anak autis untuk menghindari rasa sakit yang lebih besar dan menjadi fungsi komunikatif untuk mencari perhatian. “Kembali pada rutinitas juga dapat menjadi cara anak untuk menghindari dan mengontrol rasa takut atau suatu cara untuk Iain dan situasi yang membingungkan.

Demikian posting kali ini semoga bermanfaat bagi kita semua






0 Response to "Hal Positif dan Negatif Serta cara Penanganan Anak Autis"