Cegah dan Awasi Konsumsi Gula Berlebih pada Makanan dan Minuman



 gambar minuman yang mengandung gula
Setiap bulan Ramadhan dan hari Lebaran adalah dua moment berkah yang sangat dinantikan umat muslim di seluruh dunia. Terkait dengan budaya di indonesia, puasa dan lebaran selalu bertabur dengan santapan lezat dan manis semisal teh manis, kolak, dan kue kue manis. Bahkan ada pameo umum yang dijadikan jingel sebuah iklan, berbukalah yang manis. Sepertinya ada yang kurang bila berbuka tanpa yang manis. Ini menunjukkan betapa puasa dan lebaran sangat akrab dengan si manis.
Namun seiring waktu kesadaran masyarakat akan efek negatif gula mulai meningkat. Mereka yang sedang melakukan program diet atau memiliki gula darah tinggi makin-makin anti dengan si manis. Namun budaya berbuka yang manis membuat produsen tidak hilang akal, dengan tekonologi pangan yang terus berkembang, lahirlah produk makanan dan minuman dengan formula bebas gula. Yang tak kalah “menjebak’ produsen sangat jarang menyisipkan kata “gula” dalam label kemasannya. Bukan berarti tidak ada gula di dalamnya, karena gula memang telah “diterjemahkan”dengan istilah lain.Sayangnya,sebagian besarAnda tidak mengetahui nama lain dan gula tambahan pada makanan yang sejauh ml dianggap bebas gula.
 
Sulit dipahami
Gula hampir terdapat pada semua pangan yang kita konsumsi. Misalnya nasi, filler roti, minuman dan lain sebagainya. Padahal, konsumsi gula berlebih tanpa diimbangi aktivitas tubuh yang baik bisa menimbulkan efek tidak baik bagi kesehatan, yaitu obesitas dan diabetes militus. Pada penderita diabetes dan obesitas, diet seringnya dilakukan dengan membatasi asupan gula, balk gula alami atau yang terkandung dalam karbohidrat. Sayangnya, hal in tidak mudah dilakukan karena tidak semua orang tahu detil adanya gula tambahan tambahan pada jajanan atau makanan tertentu. Hal ini menurut Ahli Gizi Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Marudut Bsc MPS dikarenakan nama gula tambahan pada kandungan jajanan atau makanan yang tertera pada dafatar komposisi kemasannya tidak semuanya mudah dipahami. “Sangat tidak mudah, karena ini sulit dimengerti,”terang nya.
Konsumsi Gula Ideal
Marudut memaparkan, gula sebagai zat gizi merupakan jenis karbohidrat sederhana yang diperlukan tubuh manusia sebagai sumber energi. Sbagai karbohidrat sederhana,gula merupakan komponen yang paling mudah dimetabolisme tubuh untuk menghasilkan energi dibandingkan sumber karbohidrat lainnya.Konsumsi gula, baik gula murni taupun gula tambahan secara berlebih tidak dianjurkan bagi kesehatan. Namun demikian, disayangkannya batasan penggunaan gula sebagai tambahan di Indonesia belum ada aturannya. Dikatakan Marudut, menurut PUGS, konsumsi gula hanya dianjurkan 5 persen dan energi total. Sementara, berdasarkan anjuran WHO, konsumsi gula sebaiknya tidak lebih dan 10 persen dan total kalori per hari. Pada Anak usia 1-3 tahun hanya diijinkan mengasup gula sebanyak 5 sendok per hari, sedang untuk usia anak 3-7 tahun diperbolehkan pada ambang 7,7 sendok teh/hari.
Batas asupan gula pada anak dijelaskan lebih detail oleh Dr. Muliaman Mansyur dan PT Fonterra Brands Indonesia. Ia mengatakan bahwa berdasarkan rekomendasi dan The American Heart Association (AHA) konsumsi gula bagi anak-anak per hari adalah anak usia 2-8 tahun yang tidak aktif secara fisik adalah setara dengan 5 sendok the per han. ini setara dengan 82-85 kalori gula tambahan. Sementara pada anak usia 2-8 tahun yang aktif secara fisik setara dengan 5 atau 6 sendok teh.Ini setara dengan 83-98 kalori dan gula tambahan (25 gr).”Perlu diketahui, energi yang berasal dan tiap satu gram gula adalah 4 kkal.”imbuhnya.

Gula yang Tersembunyi
Dr. Muliaman berujar, gula murni ataupun tambahan banyak dimanfaatkan pada makanan dan industri pangan sebagai pemanis, filler atau isi dan penambah kalori atau energi. “Makanan dan minuman yang mengandung gula dalam jumlah berlebihan bisa menggantikan makanan tambahan yang kaya nutrisi penting (protein dan asam lemak esensial),” ujarnya. Hanya saja, ini kurang baik karena bisa menyebabkan obesitas dan kencing manis, Ianjutnya.
Anda tentu tak akan melihat wujud gula tersebut. Padahal, banyak sekali makanan Anda sehari-hari yang mengandung gula, seperti minuman ringan, esk krim, cookies, cakes, permen, roti, biskuit, pie, pizza, saus pasta, saus barbecue, kecap, salad dressing, luncheon meat, sup, yogurt, dan nutrition bar. Secara umum, jenis gula mungkin sudah banyak Anda kenal, yaltu: gula pasir, gula merah/jawa, biang gula dan pemanis buatan (gula untuk penderita penya kit tertentu). Hanya saja, Marudut menyarankan untuk tetap mengenal jenis gula tambahan.
Gula tambahan, kata Marudut lagi dikenal dengan istilah ADDED SUGARatau”FREESUGAR” merupakan gula yang diperoleh dan bahan makanan dan melalui proses kimiawi. Jenis gula ini seringnya ditambahkan dalam proses pembuatan suatu produk makanan. Menurut WHO, free sugar didefinisikan sebagai semua monosakarida atau disakarida (termasuk gula alami yang ditambahakan pada madu, jus buah dan sirup) yang diolah dalam makanan oleh produsen. Free sugar ini diuraikan Marudut bisa menyebabkan keseimbangan positif, yaitu bisa dengan cepat menghasilkan energi. Bagi orang tertentu konsumsi makanan dan minuman dengan free sugar berlebih bisa menyebabkan asupan energi berlebih. “Sebaliknya, membatasi asupan free sugar bisa menurunkan asupan energi dan penurunan berat badan bisa turun,”paparnya.
Jenis Gula Tambahan
Dalam makanan tertentu, diuraikan Marudut seringnya ditambahkan gula tambahan. Berbagal macam “free sugar” tersebut antara lain:
1.        Maltodextrin
Sejenis bubuk putih yang rasanya sedikit manis dan tidak berbau (dextrose Equivalent: 3-20). Maltodextrin diproduksi dari jagung
2.        Dextrosa
Merupakan nama komersial dan Kristal glukosa. Seperti halnya pada maltodextrin, dextrose juga diproduksi dan pati, biasanya dan jagung.Biasanya,digunakan sebagal filler.
3.        Corn Syrup
Jenis gula tambahan ml mengandung dextrosa (glukosa):20-98%.Biasanya, digunakan pada pembuatan salad dressing, saos tomat, jus buah, es krim. Fructose Corn Syrup
HFCS ml mengandung glukosa dan fruktosa (55%).Pada gula tambahan jenis ini, ada yang ditambahkan fruktosa 42%-55% sehingga kandungan fruktosa menjadi 95%.
4.        Isomaltulose
Merupakan nama dangan Palatinose. Secara alamiah,jenis gula tambahan ini merupakan komponen madu dan gula tebu yang bisa diabsorbsi secara sempurna dalam usus halus sebagal glukosa dan fruktosa. Gula tambahan ini juga bisa secara sempurna dicerna dan menghasilkan energi 4 kcal/g dan memiliki indeks glikemik (IG) rendah.

5.        Gula Alkohol
Saat ini sedang trend digunakan pada makanan, misalnya pada permen karet. ini disebabkan energi yang dihasilkan 1.0-2.5 kkal/g karena diserap lambat dan tidak lengkap di dalam usus, menyebabkan fermentasi oleh mikroflora usus. Namun, Mengkonsumsinya lebih dari 10-20 g/ hari bisa menyebabkan flatulensi, diane dan gangguan saluran pencernaan .
Cara Melacak si Manis (Gula)
Nama gula tambahan pada jajanan atau makanan yang biasa tertera dilabel antara lain:
Brown sugar, corn sweeten, corn syrup, dextrose, fructose, fruit juice concentrates, glucose, high-fructose corn syrup, honey, invert sugar, lactose, maltose, molt syrup, molasses, raw sugar, sucrose, sugar, syrup.

Tips Cara Benar Membaca label Pangan
Agar Anda bisa memilih jajanan atau makanan tanpa mengganggu diet Anda, berikut cara mengetahui ada tidaknya kandungan gulanya (biasanya jarang sekali orang yang memperhatikan akan hal ini
1.      Baca ingredient (komposisi)
Contoh: terdiri dan susu sapi, susu bubuk skim, dekstrosa, mineral,vitamin, dan lain-lain. Artinya: mengandung minimal tiga gula tambahan, yaitu:gula murni (iaktosa dan susu sapi), sukrosa dan susu bubuk skim dan dektrosa.

2.       Baca informasi Nilai Gizi
Contoh: Vitamin A 250 IU Karbohidrat 30 g gula 18 g
artinya: gula bisa terkandung baik dalam karbohidrat atau gula murni. (USA); gandum (Eropa) dan juga dan beras dan kentang. Seringnnya, digunakan dalam minuman soda, permen.Jenis gula ini mudah dicerna dan diserap oleh tubuh sehingga cepat menghasilkan energi.

0 Response to "Cegah dan Awasi Konsumsi Gula Berlebih pada Makanan dan Minuman"