Awas Muntah darah Anak Anda






Apakah anak anda pernah mengalami yang namanya lemas dan berasa muntah, mungkin hak itu sangat lumrah atau biasa, tetapi bagaimana jika muntah tersebut disertai dengan darah, tentu saja hal ini akan membuat kita menjadi was – was dan ketakutan.  Karena hal ini merupakan sesuatu yang jarang terjadi, tetapi anda tidak usah khawatir karena pada jaman teknologi yang canggih, beberapa obat sudah ditemukan.
Jangan Panik
Batuk disertai muntah yang disertai darah, memang dapat membuat panik, Apalagi jika  ini dialami oleh anak Anda sendiri. Sebenarnya apa saja yang dapat menyebabkan batuk atau muntah darah pada anak? Dan bagaimana cara rnembedakannya? Menghadapi anak yang sedang sakit memang kerap melahirkan kecemasan luar biasa. Seperti halnya saat orangtua menemukan cairan merah seperti darah dan mulut si kecil, dan mana itu berasal? Menghadapi hal ini. baiknya orangtua bersikap tenang dulu. Mula-mula, perhatikan cairan rnerah berupa muntahan atau dahak yang dikeluarkan anak Apakah benar warna merah yang ada pada dahak atau muntahan itu darah? Caranya adalah dengan menanyakan pada anak,apakah ia baru saja mengonsumsi makanan atau minuman berwarna merah atau cokelat. Misalnya susu cokelat,jus jambu merah, tomat, dan sebagainya. Hal lair yang perlu diperhatikan adalah warna darah, jumlahnya, ada tidaknya luka pada mulut atau tenggorokan anak, dan kondisi anak saat itu. Apakah Ia mengalami demam, batuk, sesak napas, perdarahan di tempat lain (misalnya mimisan), dan buang air besarnya menjadi kental kehitaman.
Batuk Darah



Jika batuk disertai muntah atau sebaliknya, terkadang sulit untuk membedakan dan mana darah tersebut berasal. Menurut Prof. Dr Mohammad Juffrie,SpA(K), Ph.D dan bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta, batuk darah umumnya berasal dan saluran napas, sedangkan muntah darah berasal dan luka pada saluran cerna. Kita perlu cermat dalam membedakan darah dan masing-masing saluran mi, karena penyakit dan pengobatannya dapat sama sekali berbeda. “Batuk darah merupakan pen geluaran darah dan saluran napas, misalnya dan tenggorokan atau paru - paru,” Prof. Juifrie menjelaskan. Jika darah yang dikeluarkan sedikit atau hanya berupa bercak, mungkin ia hanya berasal dan pembuluh darah kecil yang pecah di tenggorokan akibat batuk terlalu keras. Meski demikian, sumber darah lebih sering berasal dan laring (di bawah tenggorokan) dan paru-paru. Bila darah yang keluar lebih dan 100-600 mL dalam 24 jam, maka batuk darah dianggap berat, dan memerlukan pertolongan segera karena dapat menyebabkan asfiksia atau sesak napas. Dengan pemeriksaan fisik, rontgen dada, dan bronkoskopi, penyebab perdarahan dapat segera diketahui.
Meski demikian,batuk darah yang berat harus ditangani di unit perawatan intensif, sambil menjaga kestabilan aliran darah dalam tubuh, menjaga saluran napas agar tidak tertutup gumpalan darah, dan paru-paru yang tidak mengalami perdarahan agar tidak “terendam”oleh darah. Prof. Juffrie mengatakan, pada umumnya anak jarang sekali mengalami batuk darah. Lebih banyak yang mengalami muntah darah. “Kebanyakan batuk darah terjadi pada dewasa yang menderita penyakit jantung kronis atau penyakit paru kronis,” katanya. Sedangkan penyakit yang dapat menyebabkan batuk darah pada anak antara lain ; demam berdarah, infeksi pada paru, kelainan darah, dan kelainan pembuluh darah paru Menurut Prof. Juifrie, darah yang dikeluarkan saat batuk umumnya berwarna merah segar atau merah muda, yang dapat bercampur dengan dahak. Pada infeksi paru-paru, anak dapat mengalami demam dan batuk sebelumnya.Sedangkan pada demam berdarah, dapat terjadi demam tinggi, dan perdarahan di kulit,mimisan,atau di tempat lainnya.Jika terjadi perdarahan berat,mungkin diperlukan transfusi dan tindakan untuk menstabilkan kondisi anakterlebih dulu, sebelum dilakukan pemeriksaan tambahan untuk men-diagnosis penyebab perdarahan.
Pada saat berobat, biasanya dokter akan menanyakan apakah ada batuk dan sesak sebelum terjadi batuk darah. Selain itu dapat ditanyakan riwayat penyakit sebelumnya dan penyakit lain yang diderita saat ini,obat-obatan yang diminum pasien, dan riwayat perdarahan yang sulit berhenti.
Batuk darah umumnya dapat berhenti dengan sendirinya.Jika batuk mencetuskan perdarahan berulang, maka dapat diberikan obat batuk.Jika perdarahan besar,pasien harus dirawat di ICU dan mungkin memerlukan tindakan bedah.
Tolong, Muntah Darah!
Lain batuk darah, lain pula muntah darah. Muntah darah terjadi akibat keluarnya darah dan mulut, yang berasal dan saluran pencernaan. “Pada anak muntah darah disebabkan adanya perdarahan di saluran cerna bagian atas, mulai dan esophagus atau kerongkongan, lambung, dan sebagian usus 12 jari,” terang Prof. Juffrie. Darah yang dikeluarkan saat muntah umumnya berwarna merah gelap atau kecoklatan seperti kopi.lni karena darah bereaksi dengan asam di lambung. Semakin ama berada di lambung, maka darah yang dimuntahkan akan berwarna semakin gelap. Lalu apa saja yang dapat menyebabkan perdarahan pada saluran cerna? “Ini dapat disebabkan oleh luka pada esofagus (esofagitis), varises esofagus yang pecah, ulkus peptikum (luka pada lambung), gastritis (peradangan lambung, maag), tukak 12 jari dan peradangan pada kerongkongan,” Prof. Juifrie menjabarkan. Selain itu, muntah darah juga dapat terjadi pada anak yang menderita demam berdarah. Biasanya muntah darah ini diikuti dengan melena,yaitu buang air besar berwarna merah kehitaman dan kental seperti ter.
Muntah darah biasanya bersifat serius dan memerlukan evaluasi serta penanganan segera. Yang paling penting adalah menjaga agar kondisi tetap stabil dan aman. Untuk mengetahui lokasi perdarahan, dapat dilakukan peneropongan menggunakan serat optik berkamera, yang disebut dengan endoskopi. Dengan menggunakan alat yang terpasang pada endoskopi, perdarahan juga biasanya dapat diatasi. Pada saat tiba di dokter, biasanya dokter akan menanyakan seberapa banyak darah yang keluar, dan gejala - gejala bahwa banyak darah yang keluar. ini ditandai dengan nyeri dada, sesak, pusing berputar dan badan lemas. Jika ini terjadi, diperlukan pemberian cairan infus atau transfusi darah. Hal lainnya, seperti riwayat perdarahan saluran cerna sebelumnya, penggunaan obat - obatan (misalnya aspirin, anti nyeri non steroid seperti asam mefenamat, ibuprofen, dsb), dan penyakit hati, mungkin ditanyakan oleh dokter.


Batuk darah Vs muntah darah
 
Jika batukciisertai muntab atau sebaliknya,terkadang sulit untuk membedakan dan mana darah tersebut berasal. Kita dapat membedakan batuk darah dengan muntah darah terutama dan warna darah yang keluar.”Gejala batuk darah dan muntah darah hampir sama. Darah biasanya dikeluarkan dan mulut,hanya bedanya muntah darah darahnya sudah agak hitam sedangkan batuk darah masih segar,”jelasnya. Kita dapat membedakan batuk darah dan muntah darah melalui beberapa cara, antara lain riwayat penyakit, warna darah, pemeriksaan menggunakan kertas lakmus, dan penyakit penyerta. Berikut hal-hal yang membedakan batuk darah dan muntah darah:


BATUK DARAH  
MUNTAH DARAH  
·         Darah berwarna merah terang, berbusa dan encer
·         Bercampur dengan lender
·         pH basa (dengan kertas laknius berwarna biru)
·         Disertai nyeri dada,rasa hangat atau rasa berdahak
·         Batuk terus - menerus
·         Biasanya tidak ditemukan darah pada buang air
·         Darah berwarna gelap atau kecokelatan &
bergumpal
·         Bercampur dengan makanan
·         pH asam (dengan kertas lakmus berwama
merah)
·         Nyeri perut, rasa tidak nyaman di perut
di dada
·         Mual dan muntah
·         Disertai dengan buang air besar kental berwarna
besar kehitaman atau pada pemeriksaan laboratorium ditemukan adanya darah

Yang terpenting, bila hal ini terjadi pada anak anda, jangan panik dan segera konsultasikan kedokter.”Langkah awal adalah segera dibawa ke emergency rumah sakit, karena pertolongan harus segera dilakukan untuk menghentikan perdarahannya dan mengoreksi jumlah cairan dalam pembuluh darah,”tutup Prof. Juifrie.
Demikian posting artikel kali ini semoga bermanfaat.








0 Response to "Awas Muntah darah Anak Anda"