Racun yang Bermanfaat bagi Manusia

Meski terapi berbasis gen, stem cell, terapi biologi sudah berkembang sedemikian rupa, namun pengembangan obat-obatan yang berasa dari alam tidak lantas mati. Karen alam adalah lemari obat terlengkap ciptaan Tuhan. Mereka menanti untuk ditemukan! tumbuhan sudah digunakan Sebagai property atau bahan pengobatan jauh sebelum sejarah terjadi Tulisan-tulisan di papirus dan jaman Cina dan Mesir kuno yang menggambarkan penggunaan turnbuhan sebagai obat sekitar 3.000 sebelum Masehi. Baru kemudian di abad ke-19 senyawa kimia pertama ditemukan. Sejak saat itu penemuan obat terjadi sangat cepat sekali berdasarkan senyawa-sen yawa kimia yang berhasil dikembangkan.
Alam adalah seperti lemari obat yang mempunyai isi terbesar dan terlengkap. Kita mendapatkan asam salisilat dari pohon willow, morfin dan bunga poppy dan lain - lainnya. Tak hanya tanaman. Bahkan racun pun bisa rnenjadi ramuan obat. Sebut saja bisa ular yang bisa dikembangkan menjadi obat anti pembekuan darah. Menariknya adalah, beberapa jenis toksin menjadi sumber pembuatan obat yang bersfat live-saving. Sekitar setengah dari obat-obatan yang muncul saat ini berasal dari tanaman atau binatang yang berada di sekitar kita, belum termasuk ribuan kandidat obat yang tengah dan menunggu untuk ditemukan. Dikutip dari Majalah Time yang ada selama ini, berikut adalah racun-racun yang saat ini serius diteliti yang bisa jadi dan akan menjelma menjadi obat yang sangat ampuh di masa depan.
Tetrodotoksin ikan buntal merupakan Painkiller Poten
Chef-chef atau koki yang berpengalaman tahu bagaimana mengolah ikan buntal atau dalam bahasa inggrisnya adalah (pufferfish) dengan aman untuk dijadikan bahan makanan yang terhindar dan tetrodotoksin, racun mematikan pada ikan berduri yang bisa menggelembung seperti buah durian ini. Tetrodotoxin bisa mengganggu sistem saraf dan menyebabkan paralisis fatal karena menyerang otot-otot yang mengatur pernapasan dan irama detak jantung.

 gambar ikan buntal
Dari sifat yang berbahaya tersebut ternyata ada manfaat dari racun iknan ini. racun ikan buntal ini bisa dimanfaatkan untuk mengatasi nyeri kronis, biasanya terkait kemoterapi. Peneliti dan John Theurer Cancer Center berhasil menemukan bahwa racun ikan buntal ini memiliki kekuatan meredakan nyeri 3.000 kali lebih kuat dibandingkan morfin tanpa efek samping berupa kecanduan dan mual. Mereka kemudian menguji tetrodoxin sebagai pereda nyeri pada sejumlah kecil pasien kanker untuk memastikan keamanan dan efikasinya. Tahap terakhir akan dibandingkan dengan obat pereda nyeri kemoterapi yang sudah ada saat ini sebelum minta persetujuan FDA.


Kulit Ikan Hiu dapat Menjauhkan Bakteri
Selama ini kita melihat dalam tayangan di Televisi bahwa ikan Hiu itu sangat berbahaya. Dan Seringkali di Televisi bahwa hiu itu banyak orang yang juga yang diserang oleh ikan tersebut tanpa alasan yang pasti (karena masih membutuhkan penelitian lebih lanjut). Tetapi di balik hal tersebut ternyata ikan sangat bermanfaat bagi manusia. Salah satunya ada kulitnya. Hiu tidak hanya menakutkan karena gigi-giginya yang super tajarn. Kulit ikan hiu yang kelihatannya kenyal dan lebut seperti karet ternyata jika dilihat dan dekat sangat kasar mirip pasir. Adalah Sharklet teknologi. pelopor peniruan kulit hiu untuk alat-aat kesehatan seperti kateter urin. Struktur mirip kulit hiu membuat bakteri seperti staphylococcus aureus, methicillin-resistant staphylococcus aureus (MRSA) dan pseudomonas aeruginosa menjauh. Kateter juga bisa mengurangi infeksi saluran kemih yang menimpa seperempat pasien yang menggun akan kateter dalam waktu lebih dan seminggu.

Ular Raja Kobra Pengganti Morfin
Manusia sering berhubungan dengan binatang dan salah satunya adalah ular, beberapa ular sangat berbahaya bagi manusia dan sebagian yang lain tidak. Ular berbisa sangat merugikan sekali bagi manusia karena dapat menyebabkan kematian. Terlepas dari hal yang hal tersebut, ternyata ular berbisa juga dapat bermanfaat bagi manusia. Contohnya adalah ular Raja Kobra, Satu gigitan Raja Kobra ini bisa membunuh manusia. Tetapi bisanya yang sangat beracun juga bisa menjadi pereda nyeri poten selama proses operasi. Profesor Manjunatha Kini dari National University of Singapore adalah orang yang mengembangkan antinyeri dari bisa kobra yang konon kekuatannya 20-200 kali lebih kuat daripada morfin. Seperti racun ikan Buntal, Bisa Raja Kobra juga tidak menyebabkan adiksi. Dalam waktu dekat, Kini berharap bisa menguji
obat temuannya pada pasien. Percobaan pada hewan tikus yang menerima obat ini bisa bertahan hamp ir dua kali lebih lama dalam nyeri termal dibandingkan tikus yang tidak di suntik bisa raja kobra.

Ludah Kutu Sebagai Pengencer Darah
Ketika kutu ini masuk ke dalam daging orang yang digigitnya, ia akan mengeluarkan ludah. Ada zat khusus dalam air liurnya merupakan suplemen penting bagi darah: mencegah penggumpalan darah. Oleh karena itu dipikirkan untuk mencoba zat dari kutu ini untuk menyembuhkan pasien yang mengalami penyumbatan pembuluh darah. Lagi-lagi, profesor Manjunatha Kini dari National University of Singapore mengisolasi molekul dan air liur kutu ini dan mengembangkan obat yang 70 kali lebih poten dibandingkan pengencer darah yang ditemukan di dalam tubuh manusia. Percobaan pada binatang sejauh ini cukup menjanjikan hasilnya. Kemudian dalam waktu setahun akan dimulal percobaan pada manusia.
 gambar ludah kutu

Anemon Laut Kuatkan Sistem Imun
 
Kineta, sebuah perusahaan bioteknologi yang berbasis di Seattle, saat ini perusahaan tersebut tengah mengembangkan terapi berbasis racun anemon laut. Anemon adalah predator bawah laut yang bentuknya mirip seperti rumput yang bergoyang dan ketika dilihat sangat luar biasa jelita. Ikan badut seperti Nemo, gemar bergerombol dibalik anemon dengan-tangannya yang bergoyang - goyang, berwarna - warni, lembut dan kadang –kadang berbunga indah. Anemon bisa mengeluarkan racun yang bermanfaat bagi pasien penderita penyakit autoimun seperti multiple sclerosis. Toksin ini dikeluarkan saat anemon terancam dari beberapa predator seperti lobster.
 gambar anemon

Racun anemon mengandung senyawa yang disebut ShK-186 yang mempengaruhi saluran potassium di dalam tubuh manusia. Antibodi yang merusak saluran ini bertanggungjawab pada beberapa kondisi autoimun sehingga ia dijadikan sebagai target terapi. Terapi yang saat ini digunakan sering digunakan untuk melumpuhkan sistem imun membuat pasien rentan mengalami gangguan imun yang beragam. CEO Kineta, Dr. Chuck Magness, menjelaskan bahwa obat dan anemon ini juga bisa mengatur metabolisme, sehingga kemungknan bisa untuk terapi obesitas (kegemukan). Saat ini obat dan racun anemone laut tengah memasuki uji klinis fase 1.

Racun Kodok sebagai Penyembuh Luka
Kita sering sekali melihat binatang yang cara berjalan dengan cara melompat, pasti pembaca sudah tahu tentang binatang ini. Ya Binatang ini adalah kodok atau katak, Kodok biasanya sering berada dalam lingkungan kita dan seringnya kodok itu adalah kodok yang tidak beracun. Dan ternyata kodok beracun juga dapat bermanfaat. Kodok kecil dengan kulit berwarna belang - belang menyala, orang sering menyebutnya dengan nama fire-bellied toad ini, dapat mengeluarkan toksin mematikan dari pori - pori kulitnya jika ia merasa terancam dengan adanya predator.
 
Ada kandungan protein dalam racun ini yang bermanfaat untuk menyembuhkan luka. Peptida - peptida dalam racun ini dapat memicu pertumbuhan pembuluh darah, seperti yang dijelaskan oleh Profesor Christopher Shaw dari Queen’s University diBelfast School of Pharmacy yang meneliti katak atau kodok ini. Obat yang menggunakan dari racun kodok ini bisa meminimalisir pertumbuhan jaringan parut dengan mempercepat proses penyembuhan. Dalam waktu kurang dan satu tahun ke depan obat akan memasuki uji klinis pada manusia dan sudah dipatenkan di Cina dan di Amerika.

0 Response to "Racun yang Bermanfaat bagi Manusia"