Khasiat Obat Sariawan Di mulut




ilustrasi orang yang sakit sariawan

Telah lebih dari lima hari Dinda mengeluhkan sariawan pada mulutnya. Meskipun hanya satu,namun sakitnya bukan main. Jangankan makan, minum air saja sulit. Bukannya Dinda tidak berusaha mengobati, ia sudah mencoba berkumur dengan cairan antiseptik dan minum vitamin C namun tidak ada perubahan. Malah sariawannya bertambah besar. Penasaran, Dodi rencana berkunjung ke dokter. Dokter kemudian mengoleskan obat berupa cairan kecoklatan pada sariawan tersebut. Meskipun awalnya sakit, namun dalam beberapa menit rasa nyeri hilang, dan sariawan berubah menjadi putih. Ternyata obat yang dioleskan itu adalah policresulen, yang merupakan polimerisasi dan kondensasi asam metakresolsulfonat dan etanal. Meski awalnya takut,karena mengira policresulen adalah obat untuk mengatasi keputihan, Dinda dapat bernapas lega karena sariawannya berangsur-angsur membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari dan tidak sakit lagi. Policresulen, adalah salah satu obat sariawan yang sedang naik daun saat mi. Sariawan sendiri merupakan luka di bagian dalam mulut, yang dapat tercetus akibat beberapa halantara lain:

  • Infeksi di mulut
  • Trauma seperti tergigit, terkena sikat gigi, atau karena pemakaian gigi palsu
  • Pengaruh makanan tertentu, makanan yang terlalu
  • Panas,dan kebiasaan merokok
  • Kurang asupan vitamin (vitamin C dan vitamin B12) dan mineral (zat besi,asam folat)
  • Faktor lain seperti psikis (stress), kurang tidur, penggunaan obat, faktor hormonal, dan   penyakit autoimun.

Umumnya sariawan akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Penyembuhan ini bergantung pada kemampuan tubuh sendini, namun dapat dibantu dengan penggunaan obat antiseptik di mulut yang berupa cairan ataupun permen,  suplemen vitamin, banyak minum dan istirahat cukup. Dapat juga mengoleskan obat-obat lokal di daerah sariawan, seperti cairan atau gel oles yang mengandung anestesi lokal (penghilang nyeri) dan obat lain, termasuk policresulen

Tidak Hanya untuk Sariawan 

Policresulen memiliki beberapa keuntungan, yaitu hanya bekerja pada janingan yang rusak dan tidak mempengaruhi bagian yang sehat. Pada kontak langsung, policresulen dapat membunuh flora penyebab penyakit pada vagina, baik berupa jamur, bakieni, ataupun trikomonas penyebab keputihan. Penggunaannya tidak mempengaruhi flora normal dan memulihkan tingkat keasaman yang fisiologis atau normal pada vagina. Policresulen juga memiliki sifat hemostatik, yaitu menghentikan perdarahan jika ditekankan pada luka menggunakan kapas atau kasa, dan bekerja sebagai astringen (menciutkan). Pada luka, ia dapat membantu mempercepat re-epitelisasi: yaitu perbaikan lapisan jaringan yang terkelupas di daerah yang diobati agar tumbuh kembali. Namun demikian, ia tidak akan masuk dan terserap ke dalam darah sehingga lebih aman. Memang lebih banyak masyarakat yang mengetahui
policresulen sebagai obat sariawan. Namun tidak sedikit yang kaget dan ragu saat membaca kegunaannya sebagai obat untuk keputihan dan penghenti perdarahan. Di bidang ginekologi atau kandungan, policresulen memang dapat digunakan untuk vaginitis (infeksi vagina), keputihan vagina dan leher rahim, erosi atau luka pada daerah kewanitaan. Ia juga digunakan dokter sebagai penghenti perdarahan setelah biopsi dan pengangkatan polip di leher rahim, luka dan tumor jinak pada saluran kencing bagian luar, kondiloma akuminata, dan luka akibat penggunaan
alat atau instrumen ginekologis, serta mempercepat proses penyembuhan setelah elektrokoagulasi. Untuk mi dapat digunakan policresulen dalam bentuk sediaan konsentrat yang dilarutkan, ovula, maupun gel. Di bidang bedah, sama dengan halnya THT, policresulen bermanfaat untuk menghentikan perdarahan karena bersifat kaustik (membakar) pada luka berdarab akibat pembedahan, mimisan dan membersihkan jaringan yang sudah mati akibat luka bakar dan luka biasa. Untuk kulit, digunakan untuk membersihkan dan merangsang regenerasi janingan luka atau peradangan kronik, kondiloma akuminata, dan sebagainya. Untuk penyakit gigi dan mulut, ternyata policresulen sendiri dapat digunakan untuk sariawan, juga dapat digunakan untuk menghentikan darah pada saat bedah di daerah gigi dan mulut, radang gusi, dry socket (nyeni setelah gigi dicabut), herpes abialis,dan digunakan untuk berkumur setelah diencerkan. 

Ada yang berbentuk gel dan ovula

Saat ini, sediaan policresulen yang benedarada tiga bentuk, yaitu cairan konsentrat, ovula (sediaan yang dimasukkan ke dalam vagina), dan gel. Cairan konsentrat dapat digunakan langsung ataupun diencerkan, seperti untuk membasuh atau kumur. Sediaan dalam bentukovula digunakan untuk mengatasi keluhan pada vagina. Sedangkan bentuk gel, dapat digunakan untuk kulit luan ataupun diaplikasikan ke dalam vagina. Kegunaan, keperluan, dan cara pemakaian bergantung pada penyakit dan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. 

Pemakaian pada wanita hamil dan efek samping lainnya
 
Belum ada penelitian mengĂ©nai dampak penggunaan policresulen terhadap wanita hamil. Untuk itu, penggunaannya hanus berdasankan pentimbangan manfaat dan kerugiannya. Pada orang yang alergi, policresulen dapat menyebabkan reaksi alergi tubuh secara umum maupun lokal (biasanya pada penggunaan di vagina), yaitu berupa rasa tidak nyaman, vagina terasa kering, dan sensasi seperti ada benda asing di dalam vagina. Pada saat awal pengobatan, biasanya dapat tenjadi iritasi lokal di daerah pengobatan. Namun hal ini akan berkurang dengan cepat. Demikian juga pada saat pengobatan sariawan perlu berhati-hati dan seperlunya saja, karena policresulen memiliki tingkat keasaman yang tinggi sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan luar gigi. Dengan adanya benbagai manfaat dan sediaan  policresulen, sebaiknya membaca dengan teliti cara penggunaan dan pengaplikasian obat ini. Apakah perlu diencerkan, apakah dimasukkan ke vagina, atau perlu dioleskan.

Demikian Posting kali ini semoga dapat bermanfaat bagi semuanya.

0 Response to "Khasiat Obat Sariawan Di mulut"