Ketahui, Cegah dan Obati Penyakit Hepatitis | INFO PENDIDIKAN DAN KESEHATAN

Ketahui, Cegah dan Obati Penyakit Hepatitis




Berdasarkan sidang Majelis Kesehatan Sedunia atau World Health Assembly (WHA) 2010, Indonesia, Brazil dan  Kolombia telah menjadi sponsor utama terbitnya resolusi WHA 63.18 tentang pengendalian Virus Hepatitis. Hepatitis saat ini telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian Iebih. Diperkirakan 2 miliar orang di dunia pernah terinfeksi Hepatitis B. Sekitar 240 juta orang di antaranya merupakan pengidap Hepatitis B kronik dan 450 juta orang Iainnya adalah pembawa (carrier). Sedangkan, jum Iah penderita Hepatitis C kronik mencapai 170 juta orang.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pernah menyelenggarakan simposium yang bertemakan “Saatnya peduli Hepatitis: Ketahui, Cegah dan Obati,” yang diselenggarakan di Balai Kartini, Jakarta. Simposium ini diadakan dengan tujuan antara lain mensosialisasikan pentingnya vaksinasi Hepatitis B nol hari pada bayi.
Direktur Jendral Pengendalian Penvakit dan Penyehat Lingkungan Kementrian Kesehatan (Dirjen P2PL Kemenkes), Prof. dr. Tjandra Yoga Adit ama, Sp.P(K), MARS., DTM & H., DTCE., menyatakan dalam keynote speech-nya, simposium ini bertujuan untuk meningkatkan awareness tentang Hepatitis, baik di kalangan masyarakat maupun tenaga kesehatan. Beban yang besar dan Hepatitis pada dasarnya dapat diatasi karena penyakit ini dapat dicegah dan diobati, khususnya untuk Hepatitis A, B dan C. “Hepatitis A dan B dapat dicegah dengan memberikan imunisasi,” paparnya. “Prioritas pada upaya pencegahan dilakukan secara bertahap seiring dengan peningkatan akses pengobatan.” “Upaya pencegahan yang dilakukan selain imunisasi Hepatitis B antara lain promosi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah penyebaran virus Hepatitis, penapisan darah donor oleh PMI terhadap Hepatitis B dan C serta pengembangan jejaring surveilans epidemiologi,” pungkasnya.
dr. Badriul Hegar, Sp.A(K), Ph.D, selaku ketua IDAI menyatakan, “simposium ini ditujukan agar masyarakat lebih waspada akan bahaya Hepatitis.” “Semakin dini dilakukan upaya pencegahan maka bayi akan semakin terlindungi dan infeksi virus Hepatitis B, yaitu dengan cara pemberian vaksin bagi bayi berusia 0 han,” pungkasnya.

 
Fakta dibalik Virus Hepatitis B
Hepatitis B merupakan infeksi hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B dan dapat menyebabkan terjadinya kematian dini akibat kegagalan fungsi hati, sirosis maupun kanker hati. Keganasan yang terjadi akibat Hepatitis B kronik menduduki urutan ke-2 sebagai penyebab kanker tertinggi setelah rokok. Penderita yang terinfeksi virus Hepatitis B memiliki resiko 200 kali lebih besar untuk menderita kanker hati
dibandingkan orang yang tidak terinfeksi. Faktanya, virus Hepatitis B lebih mudah menular 50-100 kali lebih besar dibandingkan Human Immunod eficiency Virus (HIV).
Berdasarkan data WHO 2003, Prevalensi Hepatitis B di Indonesia termasuk dalam angka yang cukup tinggi. Sebanyak 1 dan 10 penduduk Indonesia mengidap Hepatitis B dan sebagian besar tidak menyadari sampai timbul komplikasi. Fenomena gunung es pada Hepatitis B menyebabkan penderita yang asimtomatis menjadi tidak terdeteksi. Penderita yang mend apatkan pengobatan hanya mereka yang mengalami keluhan dan terdeteksi pada saat dilakukan skrining. Data di RSCM menyebutkan, pasien Hepatitis B datang berobat dengan kel uhan akibat komplikasi sirosis, hepat oma, alasan ditolak untuk menjadi donor darah di PMI, ditolak bekerja maupun saat sedang melakukan medic al check up berkala.



Resiko Penularan Hepatitis B terkait semakin mudanya usia bayi

Penularan Hepatitis B terjadi melaui kontak cairan tubuh penderita, antara lain, darah, cairan vagina maupun sperma yang masuk ke dalam tubuh orang yang tidak terinfeksi. Prof. dr. Mohammad Juifnie, Ph.D., Sp. AK., menjelaskan bahwa transmisi atau penularan Hepatitis B yang terjadi, terutama melalui penularan ibu ke bayinya atau transmisi vertikal. OIeh sebab itu, bayi sangat rentan teninfeksi Hepatitis B kronik. Semakin muda usia bayi, maka akan semakin beres iko terhadap infeksi Hepatitis B kron ik. Untuk itu, vaksinasi Hepatitis B merupakan pencegahan utama yang dilakukan pada bayi baru lahir. Pada tahun 2011, IDAI merekomendasikan agar vaksin Hepatitis B diberikan dalam jangka waktu 12 jam setelah bayi lahir. Berdasarkan hasil penelitian, 70- 95% infeksi perinatal Hepatitis B terbukti dapat dicegah dengan cara ini.
Hepatitis B dan Tenaga Kesehatan
Selain bayi, pekerja kesehatan juga termasuk dalam kelompok yang beresiko tinggi terinfeksi Hepatitis B. Dalam salah satu sesi, dr. Irsan Hasan, Sp.PD., K-GEH., mengulas tentang Hepatitis B dan Pekerja Kesehatan. Faktanya, tidak sedikit para tenaga kesehatan yang terdeteksi menderita Hepatitis B. Data menyebutkan, resiko pekerja kesehatan terinfeksi Hepatitis B di Amerika Serikat lebih besar 2-10 kali lipat dibandingkan resiko populasi, yakni 0.5-5% dibandingkan 0.1%. Tenanga kesehatan merupakan populasi yang beresiko tinggi terinfeksi virus Hepatitis B, Hepatitis C dan HIV. Penelitian yang dilakukan oleh Heiko Himmerl reich menyebutkan, kasus tertusuk jarum berdasarkan profesi menunjukkan physicians memiliki frekuensi tertinggi yaitu 39.1%, perawat 33.9%, mahasiswa kedokteran 14.3% dan mahasiswa kedokteran gigi 8.1%.
Sampai hari ini prevalensi Hepatitis B di Indonesia masih tinggi. Problematika Hepatitis B adalah pengobatan yang sulit, komplikasi yang fatal serta kemampuan tatalaksana yang terbatas. Tindakan terbaik adalah pencegahan dengan memberikan vaksinasi. Pekerja kesehatan termasuk dalam kelompok resiko tinggi tertular Hepatitis B, oleh karena itu harus diberikan vaksinasi agar memiliki antibodi.
Pengendalian Virus Hepatitis khususnya virus Hepatitis B pada hakekatnya dimulai dengan mencegah penularan dan ibu kepada bayi yang dikandung. Penanganan ibu yang mengidap Hepatitis B serta pemberian imunisasi pada bayi yang baru dilahirkan akan memutus mata rantai pertama penularan penyakit ini dan merupakan langkah kunci dalam menciptakan generasi baru yang bebas Hepatitis B. Keberhasilan pengendalian virus Hepatitis sangat ditentukan oleh dukung an semua pihak, termasuk dukungan jajaran Lintas sektor pemerintah pusat dan daerah, organisasi profesi, organi sasi kemasyarakatan serta dukungan seluruh lapisan masyarakat.

0 Response to "Ketahui, Cegah dan Obati Penyakit Hepatitis"