Luka Bakar Jangan diberikan dengan ODOL atau Pasta GIGI

Dalam Postingan kali saya mencoba memberikan sebuah artikel tentang kesehatan .
Penanganan pertama dan perawatan lukabakar yang tepat sangatlah penting. Sedikit saja salah dalam bertindak dapat memperparah derita fisik sang korban. Bertambah pula beban emosional dan finansial pasien.
Luka bakar merupakan kejadian umum yang biasa dialami setiap orang. Luka bakar bisa akibat terkena api, benda panas, kimia listrik dan radiasi. Dapat juga terjadi karena trauma dingin yang sangat ekstrim sehingga mengakibatkan hilangnya kulit dan lapisan lapisan di bawahnya.
Meski dianggap lazim dialami setiap orang, luka bakar tak kalah bahayanya mengancam nyawa. Luka bakar tercatat menyumbang kematian sebanyak  195.000 jiwa pertahun. Kasus luka bakar menempati peringkat ke1 5 penyebab kematian pada anak dan dewasa muda usia produktif (5-29 tahun)’ “Ternyata hal ini banyak yang diakibat kecelakaan domestik (rumah tangga) disamping karena kecelakaan kerja,”jelas dr. R. Aditya Wardhana, SpBP-RE(K), MARS, Ketua Unit Luka Bakar Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Pada umumnya, luka bakar yang terjadi di sekitar kita dapat berupa ledakan kompor gas, siraman air panas, sengatan listrik, petir dan lain-lain.
Luka bakar memiliki tingkat derajad keparahan, diantaranya; derajat 1 atau luka bakar superficial. Ditandai kemerahan, luka cenderung kering, tanpa bula (gelembung pada kulit yang terbakar berisi cairan), nyeri seperti contoh sunburn. Luka bakar derajat IIa atau partial thickness burn, luka inii ditandai  dengan warna merah atau pink, kondisi luka basah, dengan rasa sakit dan terdapat bula. Lantas luka bakar derajat Ib atau deep partial thickness burn,
ditandai bercak kemerahan atau put ih, nyeri perseptif dengan tekanan, disertai adanya bula.Terakhir luka bakar derajat III atau
full thickness burn, ditandai dengan warna putih/ abu-abu/coklat/hitam/merah tua, tanpa disertai rasa nyeri, cenderung kering, tanpa bula.

“Luka derajat IIb dan III inilah yang membutuhkan operasi skin graft (tandur kulit). Karena luka
bakar dalam jika tidak ditangani den gan baik selain dapat menyebabk an kematianjuga menyebabkan kecacatan bagi penderita terlebih anak-anak usia dibawah 10 tahun,” jelas dr. Aditya.
Dikatakan oleh dr. Aditya, risiko kematian dan kecacatan pada luka bakar akan menjadi lebih tinggi jika terjadi pada usia di bawah 10 tahun ataupun diatas 50 tahun. hal ini karena pada usia dibawah 10 tahun belum bekembangnya sistim kekebalan tubuh yang baik, sementara diatas 50 tahun sistem kekebalan tubuh sudah mulai turun’jelasnya. Risiko akan semakin tinggi bila disertai penyakit jantung, paru dan diabetes mellitus.
Pada umumnya, luka bakar yang terjadi di sekitar kita adalah luka bakar termal yang diakibatkan panas atau listrik. Sayangnya masih banyak orang yang langsung olesi luka bakar dengan gunakan pasta gigi karena dianggap dapat meringankan luka. Selain odol, dan pengalaman dr. Aditya, kebanyakan kasus luka bakar yang datang ke RSCM sudah dilumuri dengan minyak, mentega, kecap, bahkan es. Ini merupakan kesalahan dan harus ditinggalkan
karena bisa memperparah luka dan’ menimbulkan infeksi. Menurutnya, lukar harus ditangani dengan benar. Salah satunya yakni mendinginkan luka dengan air mengalir, selama 20 menit.”Suhu sekitar 15 derajat celcius selama kurang lebih 20 menit dan paling lambat dilakukan 1-3 jam setelah kejadian,”jelas dr. Aditya. Cara ini menurut dr, Adi terbukti dapat mengurangi munculnya jaringan parut pada bekas luka bakar. Pertolongan selanjutnya adalah membungkus luka bakar dengan pembungkus makanan (cling warp).“Atau dapat juga dengan menggunakan handuk atau sprei bersih. lni bertujuan untuk menghindari pasien luka bakar terpapar langsung dengan suhu ruangan yang memiliki perbedaan ekstrim, yang selanjutnya dapat mengakibatkan pasien mengalami syok atau tidak sadarkan diri,”jelasnya. Operasi pada luka bakar biasanya ditujukan untuk membuang jaringan mati’dan menutup dengan kuhit pasien sendiri. “Biasanya hal ini dilakukan pada kasus luka bak ar dalam,” kata dr. Aditya. Meski demikian penutupan dengan kulit atau tandur kulit memiliki beberapa kerugian, salah satunya warna kulit menjadi berbeda dan kulit di bagian lain. Meski begitu melalui metode tandur kulit, luka jadi cepat menutup, penguapan berkurang, pasien luka bakarjuga tidak mesti serings ening mengganti balutan luka. Dikatakan oleh dr. Aditya, hal lain yang dapat timbul jika tidak dilakukan tandur kulit adalah terbentuknya jaringan parut berlebihan. Pada anak berkembangnya jaringan parut ini bisa terjadi sampai anak berumur 4 tahun.”Umumnya anak-anak dengan parut berlebihan ini tulangnya tidak dapat tumbuh
dengan baik. Karena energi yang ada digunakan tubuh untuk memperbaiki jaringan kulit, bukan hagi untuk pertumbuhan tulang sehingg a besar kemungkinan anak menjad i pendek. Disamping itu lempeng pertumbuhan tulang pada anak dengan luka bakar yang tidak ditan gan’ dengan balk umumnya tidak dapat tumbuh. Salah satu cara unt uk menghentikan pertumbuhanjar ingan pärut mi adahah dengan melakukan operasi.”jelasnya. Setelah prosedur operasi dilakukan pasien dapat juga mencegah berkembangnya parut yang berlebihan dengan menggunakan pressure garment atau menggunakan silicon gel sheet.Preparat berbahan dasar silikon gel bekerja dengan membentuk lapisan film tipis tahan air yang bekerja selama l2 jam.”Dengan terjaganya kelembaban pada area sekitar bekas luka bakar, ini akan menurunkan angka penguapan pada area bekas luka. Sekaligus ia juga bekerja menekan dan menormalkan kemb ali pembentukan kolagen yang berlebihan yang bisa mencentuskan pembentukan bekas luka menonjol (hipertropik scar),” ucap dr. Irena Sakura Rini, MARS, SpBP-RE, Sekretaris Jenderal PERAPI Pusat. Menurut dr. Irena, semakin cepat luka bakar ditangani dengan peraw atari yang tepat, semakin besar pula kemungkmnan bekas luka bakar dapat puhih secara baik. Saat ini, terapi berbasis silikon semakin populer dalam perawatan bekas luka bakar bahkan penggunaan silikon gel ini menjadi metode paling favorit. Silikon gel sheet dapat diaplikasikan dengan mudah pada luka bakar yang mulai mengering. Penggunaannya juga relatif mudah, aman, dan murah bila dibandingkan dengan jenis terapi Iainnya dengan hasil yang memuaskan.

0 Response to "Luka Bakar Jangan diberikan dengan ODOL atau Pasta GIGI"