Cara-cara menghindari Tikus si pembawa penyakit | INFO PENDIDIKAN DAN KESEHATAN

Cara-cara menghindari Tikus si pembawa penyakit

Di dunia perfilman khususnya untuk kartun, pada waktu kecil sering melihatnya. Apalagi pada jaman sekarang ini yang telah banyak bermunculan kartun-kartun dengan gambar yang lebih bagus, dan jenis kartunnya pun beragam jenisnya. Diantaranya adalah tentang kartun tikus kecil. Pada tahun 1928, Walt Disney telah berhasil mengembangkan sayap di dunia perfilman dengan membuat karakter sepasang tikus, yaitu Mickey dan Minnie Mouse. Tidak hanya hanya Mickey dan Minnie yang telah dibuat terutama di dunia film, tikus seringkali digambarkan sebagai tokoh protagonist yang cerdas. Sebut saja tokoh Jerry pada  film kartun Tom dan Jerry yang biasa si tikus ini selaku di kejar-kejar sama Tom (kucing), karena sering di kejar si tikus ini selalu memikirkan ide-ide untuk mengalahkannya. Itulah sepotong dari cerita tentang Jerry. 

 
Kemudian mengenai Tikus sendiri dalam dunia nyata kenyataannya adalah tidak seperti yang digambarkan dalam film kartun tersebut. Dalam dunia nyata Tikus merupakan hewan antagonis dan sering kali merugikan manusia, terutama untuk kesehatan. Kenapa bias dibilang seperti itu karena tikus dapat membawa penyakit kepada manusia.
Kita perlu sekali untuk mengenali penyakit-penyakit yang di bawa oleh hewan ini sebagai wawasan tambahan buat kita, agar kita dapat menjaga diri kita dari penyakit yang dibawa oleh hewan ini. Karena Mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut merupakan  beberapa penyakit yang disebabkan oleh tikus


Leptospirosis
Dalam musim penghujan yang dingin dan juga air yang menggenang ataupun Banjir tidak hanya penyakit ISPA yang banyak menjangkiti kita ataupun orang lain. Dan salah satu penyakit tersebut adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh Tikus. Dan nama penyakit itu adalah Leptospirosis. Penyakit yang disebabkan dari bakteri yang dibawa tikus sering tidak diindahkan oleh orang yang mendapatkan kondisi daerahnya sering hujan dan banjir. Menurut dr. Khie Chen Lie (KPTI Staf Divisi Tropik dan Departemen Ilmu Penyakit RSCM Jakarta. Menjelaskan bahwa Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh kuman atau bakteri Leptospira kuman ini dibawa oleh tikus dan melalui air kencingnya.

Gejala penyakit Leptospirosis dapat bermacam-macam Mulai dan demam,hingga menimbulkan komplikasi yang serius di ginjal, selaput ota, hati dan bahkan kematian. Sebenarnya, leptospirosis tidak hanya dapat disebarkan oleh tikus. Hewan ternak, babi, kuda, anjing, dan hewan-hewan liar lainnya juga dapat menularkan kuman melalui air seni. Meski demikian, tikus adalah tersangka utamanya.Manusia dapat terinfeksi jika bersentuhan dengan air kencing tikus atau bersentuhan dengan tanah, air, atau makanan yang terkontaminasi kencing tikus. Kuman kemudian dapat menyusup masuk melalui kulit, hidung, atau mulut. Infeksi Leptospirosi akan semakin mudah terjadi jika terdapat luka pada tempat masuk kuman. Selain itu, kuman juga dapat masuk melalui air minum yang terkontaminasi jelasnya. Entah ada apa dengan masyarakat di negeri ini. Saat terjadi banjir. anak-anak mendadak senang dan meriganggap lokasi banjir sebagai kolam raksasa. Sedangkan orang dewasanya hobi berjalan-jalan di tengah banjir. Bahkan, mereka yang tidak terkena banjir pun datang khusus untuk menyaksikan banjir. Padahal, Jakarta terkenal sebagai kota dengan tikus-tikus yang berkuran raksasa. Maka tidak heran,jika beberapa waktu lalu leptospirosis menjadi Iangganan kasus di sejumlah rumah sakit yang dekat dengan lokasi banjir. 
 
Lalu apa yang harus dilakukan supaya tidak tertular leptospirosis? Jangan biarkan anak bermain banjir.Tidak hanya hal ini berbahaya, tetapi juga dapat menimbulkan penyakit bahkan setelah banjir selesai. Jika ia ingin berenang, coba janjikan untuk berenang di kolam renang yang bersih setelah banjir usai. Hindari berjalan-jalan dengan menerjang banjir. Tak dapat disangkal, air banjir pasti mengandung banyak kuman. Siapa yang tahu kalau salah satu di antaranya adalah kuman Yersinia pestis? Jika terpaksa, sebisa mungkin kenakan pelindung, seperti sepatu boot atau pakaian khusus. Dan tentu pemeliharaan lingkungan agar tetap bersih dan sehat, termas uk pembuangan sampah yang baik dapat mengurangi populasi tikus sebelum banjir terjadi.
Koriomeningitis limfositik.
Siapa yang tak gemas melihat marmut dan hamster? Kedua hewan imut dan lucu ini sempat populer sebagai hewan peliharaan.Tapi tahukah anda bahwa marmut dan hamster sebenarnya masih satu keluarga dengan tikus? Tidak hanya itu, marmut dan hamster ternyata juga dapat membawa penyakit, sama seperti tikus-tikus lain di luar sana. Keluarga besar tikus mi dapat menyebabkan koriomeningitis limfositik, yaitu peradangan selaput otak dan peradangan otak yang sangat berbahaya.
Memang, hewan utama yang membawa kuman adalah tikus rumah atau nama Latinnya Musmusculus. Namun, virus ini dapat menular ke saudara-saudarinya saat di toko hewan peliharaan atau di rumah Anda sendiri. Sayangnya, hewan lucu peliharaan Anda mungkin tidak menunjukkan gejala-gejala sakit, sehingga sulit untuk mengetahui apakah Ia terinfeksi atau tidak. “Virus penyebab penyakit ini dapat ditularkan ke manusia melalui air liur, tempat tinggal, urine, dan tinja tikus yang terinfeksi, saat bersentuhan dengan kulit yang luka, hidung, mata atau mulut.
Penyakit ini tidak menular secara langsung dan manusia ke manusia. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan kuman dapat ditularkan dan ibu ke janin yang dikandungnya. jelasnya. 

Agar tetap dapat membelai hewan peliharaan tanpa takut, berhatih hatilah saat memegang dan membersihkan kandang si imut. Kenakan sarung tangan, terutama jika jelas jelas bersentuhan dengan urine atau alas kandangnya. Peternak, toko hewan, dan pemilik hewan peliharaan juga harus mencegah agar hewan peliharaan tidak berhubungan dengan tikus liar agar tidak tertular.

Jika rumah sudah diserbu oleh tikus, cari perangkap tikus yang aman dan efektif. Setelah itu, bersihkan dengan mengenakan sarung tan gan karet, lateks, atau vinil. Jangan membersihkan debu dengan menggunakan penyedot debu atau sapu. Sebaiknya langsung dibersihkan dengan cairan pemutih pakaian yang diencerkan atau menggunakan disinfektan. Setelah dibasahi, ambil benda yang terkontaminasi den gan handuk yang agak basah dan lap daerah tersebut menggunakan larutan pemutih atau disinfektan. Setelah membersihkan, lepaskan sar ung tangan danjangan lupa untuk mencuci tangan menggunakan air dan sabun.



Penyakit PES
Tidak hanya sutera yang dibawa oleh bangsa Eropa dan China melalui Jalur Sutera. Penyakit PES yang menewaskan 57 juta hingga 200 juta warga Eropa, juga dibawa melalui jalan legendaris ini. Penyakit PES atau sampar disebabkan oleh kuman Yersinia pestis, yang sangat menular dan mematikan. Dan tikus, mernegang andil dalarn penyebaran penyakit ini
Kurnan Yersinia pestis memang tidak langsung disebarkan oleh tikus, melainkan oleh kutu yang terdapat di bulu-bulu tikus. Manusia dapat terinfeksi akibat gigitan kutu yang membawa kuman tersebut. Manusia juga dapat terkena penyakit ini jika menghirup tetesan air yang mengandung kuman Yersinia pestis. Bahkan, penyakit ini dapat mmpir pada peneliti-peneliti yang rnenggunakan tikus sebagai hewan percobaan.
Bahaya PES juga dapat terjadi di daerah-daerah pertanian pada musim hujan. Pasalnya, musim hujan adalah musim yang tepat bagi tikus untuk berkembang biak. Selain itu, tumbuhan yang turnbuh subur akan menyediakan suplai makanan yang berlirnpah bagi tikus dan kutuk kutu yang hinggap di badannya.
Untuk menghindari penyakit PES, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Di antaranya,jangan menyentuh atau mengambil hewan yang sudah mati. Jika ada laporan kasus PES di derah Anda, segera laporkan jika ada hewan yang sakit atau mati ke departemen kesehatan setempat. Bersihkan juga semua tempat yang dapat menjadi sumber makanan atau sarang tikus di sekitar rumah, kantor, ataupun tempat wisata. Jika Anda hendak berkunjung ke tempat yang banyak tikusnya, sebaiknya gunakan penolak serangga baik di kulit maupun di pakaian untuk menghindari gigitan kutu. Hal serupa perlu dilakukan terhadap hewan pelmharaan di rumah. Jangan sampai hewan kesayangan Anda diserang kutu pembawa kuman,
Demikian artikel kita semoga dapat bermanfaat buat kita semua. Terima kasih

0 Response to "Cara-cara menghindari Tikus si pembawa penyakit"