Bagaimana cara mengenali gaya belajar anak agar tetap berprestasi | INFO PENDIDIKAN DAN KESEHATAN

Bagaimana cara mengenali gaya belajar anak agar tetap berprestasi



Berdasarkan pengalaman saya (GURU) yang lebih dari 10 tahun mengajar. Anak-anak mempunyai cara belajar yang berbeda-beda. Ada anak yang suka mendengarkan cerita/penjelasan dengan serius, ada juga yang acuh saat mendengarkan penjelasan dan tampak bosan. Namun, saat guru mengajak untuk membuat pra karya, gantian anak yang tadinya bosan menjadi bersemangat.
Banyak anak yang terkadang di cap sebagai anak yang mempunyai prestasi belajar yang rendah karena nilai reportnya jelek, namun setelah diadakan test ternyata kemampuannya cukup baik. Hal ini terkadang terjadi karena kita belum kenal gaya belajar anak.




Agar dapat mengenali gaya belajar anak, kita sebagai guru harus melakukan pengamatan atau observasi misalkan saat belajar anak senang mendengarkan, suka berbicara, kurang suka tugas membaca, biasanya dia termasuk tipe audio. Selain observasi secara langsung, kita harus bisa menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua, sehingga dapat disepakati cara belajar dirumah.
Apapun gaya belajar anak , sebagai seorang guru kita harus dapat membawa mereka mempunyai prestasi yang baik. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar siswa-siswi kita mempunyai prestasi yang baik:

  1. Temukan gaya belajar anak. Hantarkan mereka sesuai dengan tingkat kemampuannya. 
  2. Berikan motivasi kepada setiap anak sesuai dengan kemampuannya. 
  3. Kita harus ingat, kecerdasan anak kita tidak tunggal tetapi majemuk. Ada sekitar 8 kecerdasan yang dimiliki oleh anak. Jangan hanya berfokus pada pencapaian akademik saja. Ada aspek lainnya seperti: kinestik, verbal, special dan lain-lain. Bisa jadi seorang anak tidak cerdas di bidang matematika namun sangat pandai dalam menari tari saman. 
  4. Buatlah pembelajaran dala kelas yang menyenangkan dan sesuaikan dengan gaya belajar anak. Jangan hanya menggunakan metode ceramah saja. 
  5. Buatlah media pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Misalkan untuk anak yang tipe visual, kita bisa membuat gambar-gambar yang menarik. Untuk anak tipe audio, kita bisa gunakan cerita atau telling story dalam menjelaskan sementara untuk anak tipe kinestetik kita bisa membuatkan alat peraga/praktek untuk membantunya memahami pelajaran. 
  6. Komunikasikan dengan orang tua tentang tipe belajar anaknya. Jangan sampai ada label buruk bagi anaknya hanya karena ia mempunya tipe belajar yang berbeda dengan anak-anak lainnya.

0 Response to "Bagaimana cara mengenali gaya belajar anak agar tetap berprestasi"